kabarterkinionline.com
Turun drastis jadi 10,6 persen, Prevalensi stunting di Kota Palembang . Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, dalam beberapa tahun terakhir mampu menurunkan kasus kekerdilan atau gangguan tumbuh kembang pada anak akibat kekurangan gizi kronis (stunting) sekitar delapan persen per tahun.
“Hingga sekarang ini prevalensi stunting sekitar 10,6 persen dari tahun sebelumnya 18,9 persen,” kata Wali Kota Palembang Ratu Dewa, di Palembang.
Dia menjelaskan, untuk terus menekan angka kasus stunting hingga satu digit, pihaknya berupaya mengoptimalkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang telah bekerja dengan baik selama ini.
Tim percepatan itu akan diintensifkan turun ke kawasan permukiman penduduk di 107 kelurahan, untuk mewujudkan penurunan angka kasus stunting sesuai target, katanya.
Menurut dia, petugas yang tergabung dalam TPPS didorong lebih gencar lagi turun ke kawasan permukiman hingga pelosok kelurahan dalam kota ini, agar terjalin komunikasi yang baik antara petugas dan warga.
Jalinan komunikasi yang baik antara petugas TPPS dengan warga dapat membantu melacak kasus stunting di seluruh kelurahan dalam wilayah 18 kecamatan.
Anggota TPPS yang berasal dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait diharapkan dapat berkomunikasi dengan baik untuk menyamakan persepsi dan berkomitmen penuh dalam menanggulangi permasalahan stunting secara bersama-sama.
Melalui upaya itu diharapkan jika di suatu kelurahan ada indikasi anak berpotensi stunting, dapat diketahui dan dilakukan penanganan dengan cepat, harap Wali Kota Ratu Dewa.













