kabarterkinionline.com/
Untuk Ketahanan Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan Gubernur Sumsel Herman Deru Fokuskan APBD 2026. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, mengumumkan bahwa fokus utama Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 akan diarahkan pada penguatan ketahanan ekonomi serta pembangunan yang berkelanjutan. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap dinamika ekonomi makro yang menantang, baik di tingkat nasional maupun global.
Rancangan APBD 2026 disusun dengan tema besar “Pemantapan Pemerataan Kesejahteraan dan Pembangunan yang Berkelanjutan Melalui Penguatan Ketahanan Pangan, Energi, serta Ekonomi yang Produktif dan Inklusif.” Herman Deru menekankan pentingnya anggaran yang adaptif dan terukur untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah.
Penetapan prioritas ini bertujuan untuk memperkokoh fondasi ekonomi Sumsel sekaligus menjawab kebutuhan mendasar masyarakat. Dengan demikian, APBD diharapkan dapat menjadi motor penggerak kemajuan daerah yang berpihak pada rakyat dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Prioritas Anggaran untuk Pelayanan Dasar dan Target Keuangan Daerah
Komposisi anggaran APBD 2026 Sumatera Selatan masih akan memprioritaskan belanja wajib pelayanan dasar yang meliputi sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa ketiga sektor ini merupakan fondasi vital bagi kesejahteraan dan kemajuan masyarakat di Sumatera Selatan.
Target Pendapatan Daerah untuk tahun 2026 diproyeksikan sebesar Rp9,63 triliun, sementara Belanja Daerah direncanakan mencapai Rp9,74 triliun. Anggaran ini akan dialokasikan secara efisien dan akuntabel untuk program-program yang memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sumsel berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara optimal. Hal ini dilakukan demi mencapai tujuan pembangunan yang telah ditetapkan, serta menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah.
Mendorong Produktivitas Ekonomi dan Sinergi Legislatif
Kebijakan belanja dalam APBD 2026 diarahkan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi daerah secara menyeluruh. Upaya ini mencakup perluasan kesempatan kerja serta dorongan kuat bagi daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor pertanian di Sumsel.
Herman Deru menyatakan bahwa Sumatera Selatan memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, dan APBD adalah alat strategis untuk memaksimalkan potensi tersebut. Ia berharap seluruh program yang dirumuskan dalam APBD 2026 mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkokoh fondasi ekonomi Sumsel.
Sementara itu, Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, menekankan pentingnya kerja sama harmonis antara legislatif dan eksekutif sebagai kunci keberhasilan perencanaan anggaran. DPRD Sumsel menyatakan dukungan penuh terhadap arah kebijakan yang pro-rakyat dan berkelanjutan, memastikan bahwa rancangan APBD 2026 disusun dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan target pembangunan jangka menengah.
Penerimaan Pembiayaan Daerah diproyeksikan sebesar Rp108,49 miliar, dengan pengeluaran pembiayaan nihil pada tahun tersebut. Sinergi ini diharapkan dapat menghasilkan APBD yang efektif dalam mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.








