Kabarterkinionline.com
Wali Kota Ratu Dewa dan Danantara Tinjau Progres PSEL Keramasan, Transformasi Sampah Jadi Listrik. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan proyek yang kini resmi masuk dalam skema Perpres 109/2025.
Fadli menjelaskan, proyek PSEL ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo yang memandang pengelolaan sampah sebagai prioritas mendesak.
Palembang terpilih untuk bertransformasi dari regulasi lama (Perpres 35/2018) ke skema yang lebih mutakhir.
“Kami dari Danantara bergerak cepat bersama Pak Walikota dan jajaran. Kami menargetkan terwujudnya peralihan ini tuntas tahun ini, sehingga pengelolaan sampah di Palembang dan sekitarnya berlangsung berkelanjutan, lingkungan asri, dan ekonomi warga meningkat,” ujar Fadli.
Sementara Wali Kota Ratu Dewa menegaskan, meskipun proyek ini berskala nasional, namun akan memiliki dampak nyata bagi masyarakat lokal.
Saat ini, sambung Dewa, progres pembangunan sudah 81 persen. Insya Allah akan mulai beroperasi Oktober 2026, paparnya.
Dewa juga berharap, pengembang menyerap energi kerja lokal. “Kemudian pastikan teknologi yang digunakan tidak membahayakan lingkungan,” ujarnya.
Dewa juga meminta untuk melibatkan pelaku usaha kecil.
“Selain itu kita juga diharapkan menyediakan fasilitas bagi pelajar (TK-SMA) untuk belajar pengelolaan sampah modern. Jika ini terwujud, Palembang akan memiliki pusat energi listrik dari limbah yang tidak hanya fungsional, tetapi juga menjanjikan kinerja dan estetika,” kata Ratu Dewa.
Manager PT Indo Green Power, Satriawan Ming menyampaikan, apresiasi atas sinergi antara pemerintah pusat dan daerah yang sangat solid. Pihaknya berkomitmen untuk mempercepat pembangunan agar manfaat ekonomi dan lingkungan segera dirasakan masyarakat Palembang.
“Untuk tenaga kerja kita sudah melatih tenaga kerja lokal,” ujarnya.
Kepala DLHK Palembang, Akhmad Mustain menyatakan, optimistis target tersebut tercapai melalui kolaborasi dengan penyangga kabupaten.
“Potensi sampah dari Ogan Ilir dan Banyuasin sangat menjanjikan. Kami sudah berkomunikasi secara lisan. Masalah tenaga kerja juga akan kami dorong sebanyak-banyaknya dari warga lokal, tentunya sesuai kriteria teknis dari pengembang,” jelas Mustain.






