Hotspot Sumsel Tembus 1.277 Titik, Udara Palembang Tetap Berbahaya

kabarterkinionline.com

 Hotspot Sumsel Tembus 1.277 Titik, Udara Palembang Tetap Berbahaya. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) dikembalikan. Jumlah titik panas atau hotspot melonjak menjadi 1.277 titik pada Rabu (21/10/2026) pagi, sementara kualitas udara Palembang mencapai indeks 557 atau masuk kategori berbahaya.

Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sumsel mencatat, titik panas terbanyak berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 695 titik. Disusul Banyuasin sebanyak 326 titik dan Musi Banyuasin sebanyak 128 titik.

Ketiga daerah tersebut mencakup 1.149 titik panas atau hampir 90 persen dari total hotspot di Sumsel.

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan pemantauan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan titik panas dan kejadian karhutla di lapangan.

“Terpantau sebanyak 1.277 titik panas hingga Rabu pukul 06.00 WIB. Kabupaten OKI menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, mencapai 695 titik,” kata Sudirman, Rabu (21/10/2026).

Sebaran titik panas lainnya meliputi Musi Rawas 28 titik, Muara Enim 24 titik, OKU Timur 23 titik, Musi Rawas Utara 16 titik, Ogan Ilir 12 titik, Lahat 11 titik, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) delapan titik, OKU Selatan tiga titik, OKU dua titik, serta Kota Prabumulih satu titik.

Kenaikan jumlah titik panas ini terjadi setelah sempat turun tajam dalam beberapa hari terakhir.

Pada 14 Oktober 2026, BPBD Sumsel mencatat 2.456 titik panas. Angkanya meningkat menjadi 2.791 titik pada 15 Oktober, kemudian turun menjadi 2.559 titik pada 16 Oktober dan 1.122 titik pada 17 Oktober.

Jumlah hotspot kembali naik menjadi 1.560 titik pada 18 Oktober, sebelum turun menjadi 753 titik pada 19 Oktober.

Namun, tren penurunan itu tidak bertahan lama. Jumlah titik panas kembali bertambah menjadi 947 titik pada 20 Oktober dan mencapai 1.277 titik sehari kemudian. Secara kumulatif, BPBD Sumsel mencatat 111.451 titik panas sepanjang Januari hingga 20 Oktober 2026.

Ancaman karhutla semakin serius karena kualitas udara Palembang masih berada pada level berbahaya. Data pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada hari Rabu pukul 06.00 WIB menunjukkan indeks mencapai 557.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *