Kabarterkinionline.com
Ratu Dewa Tegaskan “Nikmati” Berati Tetap Tenang Dan Fokus Lindungi Warga Saat Krisis. Pemerintah Kota Palembang menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan penyebarannya mengenai pernyataan Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, dalam menanggapi bencana kabut asap dan meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Penggunaan kata “enjoy” yang sempat menuai sorotan yang ditegaskan bukan berarti merasa senang, nyaman, atau acuh terhadap penderitaan warga.
Istilah tersebut mengacu pada prinsip kepemimpinan: seorang pemimpin harus tetap tenang, tidak panik, dan memegang kendali penuh agar dapat mengambil keputusan yang tepat di tengah krisis.
Di
saat masyarakat berjuang menghadapi ancaman kabut asap, risiko kesehatan, serta kelangkaan air bersih, ketakutan dari seorang kepala daerah justru akan meminta maaf atas keadaan tersebut. Ketenangan seorang pemimpin adalah modal utama agar menyelesaikan penyelesaian darurat berjalan terarah dan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan waktu yang tepat.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, tekanan dan rasa empatinya kepada seluruh warga.
“Tidak ada kata ‘menikmati’ dalam arti senang atau nyaman ketika warga sedang menderita. Yang saya maksud adalah seorang pemimpin harus tetap tenang dan mampu mengendalikan diri dalam menghadapi krisis. Kalau pemimpin ikut panik, tentu akan lebih sulit mencari solusi dan mengambil keputusan yang tepat. Ketegaran itu bukan berarti tidak peduli, melainkan cara untuk tetap fokus bekerja melindungi masyarakat,” tegas Ratu Dewa.
Ratu Dewa menambahkan bahwa ketenangan tersebut harus langsung diwujudkan dalam bentuk kerja nyata di lapangan, bukan sekadar imbauan di atas kertas.
”Kami memahami kekhawatiran masyarakat, terutama terhadap dampak asap, kesehatan anak-anak, dan kebutuhan air bersih. Oleh karena itu, Pemkot Palembang terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan seluruh pihak untuk menangani permasalahan ini. Kami tidak menganggap kondisi ini ringan, namun hanya berusaha tetap fokus agar langkah penanganannya tepat,” ujarnya.












