kabarterkinionline.com
Dengan Kerajaan Jambal Pemkot Palembang buka ruang pertukaran budaya. Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan membuka ruang pertukaran seni dan budaya dengan Kerajaan Jambal, Malaysia untuk memperkuat hubungan antarnegara.
“Apalagi Kerajaan Jambal memiliki keterikatan sejarah dan kekerabatan dengan Palembang,” kata Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam saat menerima kunjungan rombongan zuriat Kerajaan Jambal Kelantan, Malaysia di Palembang, Kamis.
Ia menyambut baik kunjungan rombongan zuriat Kerajaan Jambal Kelantan, Malaysia sebagai momentum mempererat hubungan kekerabatan sekaligus membuka peluang pertukaran seni dan budaya antara Palembang dan Negeri Jiran tersebut.
Menurutnya, hubungan kekerabatan antara kedua wilayah tersebut menjadi semakin erat karena memiliki sejumlah kesamaan dalam budaya, adat istiadat, seni, pakaian tradisional hingga kuliner.
Para zuriat Kerajaan Jambal Kelantan juga memiliki keinginan untuk mengenang dan menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah kejayaan kesultanan yang menjadi bagian dari perjalanan leluhur mereka.
Meskipun kesultanan tersebut telah berakhir sejak 1823, semangat para zuriat untuk menjaga sejarah, budaya dan warisan nenek moyang tetap dipelihara.
“Selama lima hari berada di Palembang, rombongan dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah dan destinasi wisata di Kota Palembang,” katanya.
Pemerintah Kota Palembang juga mendorong agar rombongan mendapatkan pengalaman wisata yang lebih lengkap, baik wisata sejarah, budaya, alam maupun kuliner.
“Kunjungan tersebut diharapkan menjadi awal dari kerja sama budaya yang lebih luas,” harapnya.
Pemerintah Kota Palembang juga membuka peluang melakukan kunjungan balasan ke Malaysia dengan melibatkan para pelaku seni dan budayawan, sehingga hubungan kekerabatan serta pertukaran budaya antara Palembang dan Kelantan dapat terus terjalin.
Sementara itu, Ketua Rombongan, Datok Adnan menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Kota Palembang.
Dia menjelaskan, kunjungan zuriat Kerajaan Jambal Kelantan tersebut dilatarbelakangi keinginan mempererat kembali hubungan silaturahmi sebagai masyarakat serumpun yang memiliki banyak persamaan dalam budaya dan adat istiadat.
Datok Adnan juga berharap adanya kunjungan balasan dari Pemerintah Kota Palembang dan para pelaku seni budaya ke Malaysia.
“Sebenarnya saya memiliki hubungan darah dengan Minangkabau sebagai kerabat ke-9 Kesultanan Pagaruyung,” ungkapnya.
Dalam perjalanan sejarah keluarganya, Datok Adnan menyebutkan terdapat kisah perpindahan leluhur keluarga dari wilayah Pagaruyung menuju Minang hingga kemudian ke Kelantan.
Hal tersebut menjadi salah satu bagian dari sejarah kekerabatan yang ingin kembali ditelusuri dan diperkuat melalui kunjungan ke wilayah-wilayah yang memiliki keterkaitan dengan leluhur mereka.
Selama lima hari di Palembang, rombongannya juga diagendakan mengunjungi Kesultanan Badaruddin IV serta Museum Balaputra Dewa (BMKB) untuk mengenal lebih jauh adat istiadat dan sejarah Palembang.
Selain agenda sejarah dan budaya, pihaknya juga akan menikmati sejumlah destinasi wisata, termasuk Pulau Kemaro.
“Kunjungan perdana kami ke Palembang ini menjadi pengalaman menarik karena dapat melihat langsung berbagai bangunan heritage yang mencerminkan perjalanan sejarah dan kebudayaan kota, seperti Masjid Agung Palembang,” ujarnya.












