Detik Detik Edison Bupati Muara Enim Non aktif Jalani Sidang Perdana Kasus Suap BPK Pakai Rompi Tahanan KPK

Blog7 Views

kabarterkinionline.com

Detik Detik Edison Bupati Muara Enim Non aktif Jalani Sidang Perdana Kasus Suap BPK Pakai Rompi Tahanan KPK. Bupati Muara Enim nonaktif, Edison, tiba di Pengadilan Negeri (PN) Palembang untuk menjalani persidangan terkait dugaan suap pengondisian hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Selatan terhadap laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Kamis (22/10/2026).

Edison tiba sekitar pukul 09.30 WIB dengan pengawalan ketat petugas Kejaksaan dan Brimob.

Ia turun dari mobil tahanan berwarna hijau milik Kejaksaan dengan mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye bernomor 123.

Di balik rompi tersebut, Edison terlihat mengenakan kemeja batik dan membawa tas air mineral. Saat petugas digiring memasuki gedung pengadilan, ia tampak tersenyum tipis meski sejumlah media yang berjaga berusaha meminta keterangannya.

Ketika ditanya mengenai kondisi kesehatannya menjelang konferensi, Edison mengaku dalam keadaan baik.

Alhamdulillah, jawab Edison singkat.

Ia juga memberikan jawaban singkat ketika ditanya mengenai kesiapannya menghadapi proses hukum yang menjeratnya.

“Jalani aja,” tutup Edison sambil tersenyum.

Berawal dari OTT KPK
Edison merupakan salah satu pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu (8/6/2026).

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 10 orang, terdiri dari lima orang dari unsur Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan lima orang dari pihak swasta.

KPK kemudian menetapkan empat orang sebagai tersangka awal, yakni Edison selaku Bupati Muara Enim periode 2025–2030, Abi Nurwardani selaku Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Muara Enim, Adi Triyadi yang disebut sebagai keponakan Edison, serta Cory Erin Hardi selaku marketing PT Millenium Solusi Abadi (MSA).

Perkara tersebut bermula dari dugaan suap terkait proyek pengadaan papan pintar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim. KPK menduga terdapat penerimaan uang sebesar Rp500 juta dari pihak swasta di sebuah hotel di Jakarta untuk pengondisian proyek.

Dalam pengembangan penyidikan, KPK juga mengusut dugaan suap untuk mengondisikan hasil audit BPK Perwakilan Sumsel terhadap laporan keuangan Pemkab Muara Enim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *