kabarterkinionline.com
Diduga Selisih Capai 5 Trilliun .ICW Temui Selisih Harga Pada Pengadaan Mobil Pickup Kopdes Merah Putih. Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis hasil pemantauan terkait pengadaan mobil pikap Mahindra Scorpio Pik Up 4×4 untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Dalam laporannya yang dipublikasikan pada 10 Juli 2026, ICW menduga terdapat potensi praktik perburuan rente dalam pengadaan sekitar 80.000 unit kendaraan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (PT APN), dengan nilai perkiraan selisih harga mencapai Rp4,86 triliun hingga Rp5,54 triliun.
ICW menyebut kendaraan yang dibeli PT APN melalui PT Bumi Indo Gemilang (PT BIG) sebagai perantara, bukan langsung dari produsen Mahindra & Mahindra di India. Berdasarkan analisis data ekspor-impor yang dihimpun ICW, harga impor rata-rata kendaraan sekitar Rp168,8 juta per unit, sedangkan harga pembelian oleh PT APN bisa mencapai Rp255 juta per unit. Setelah memperhitungkan margin keuntungan yang dinilai wajar sebesar 10-15 persen, ICW memperkirakan selisihnya terdapat sekitar Rp61-69 juta per kendaraan.
Selain persoalan harga, ICW juga menyoroti belum adanya pedoman pengadaan barang dan jasa yang dinilai memadai, alasan penggunaan perusahaan perantara, penyedia kapasitas, serta dasar penentuan kebutuhan kendaraan 4×4.
Atas temuan tersebut, ICW mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelaah proses pengadaan, termasuk kewajaran harga, penunjukan perantara, dan potensi konflik kepentingan. Hingga saat ini, temuan tersebut merupakan dugaan ICW dan belum menjadi kesimpulan resmi aparat penegak hukum atau putusan pengadilan.












