Didukung Permintaan Domestik dan Investasi, Ekonomi Sumsel 2026 Diproyeksikan Tumbuh Lebih Tinggi

kabarterkinionline.com
Didukung Permintaan Domestik dan Investasi, Ekonomi Sumsel 2026 Diproyeksikan Tumbuh Lebih Tinggi. ‘’Di 2025, ekonomi Sumsel tumbuh di kisaran 4,8 persen hingga 5,6 persen (year on year), sementara pada 2026 berpotensi meningkat seiring menguatnya permintaan domestik,’’ ujar Kepala BI Sumsel, Bambang Pramono.
Dikatakan, ekonomi Sumsel di 2026 diperkirakan dapat tumbuh lebih baik dibandingkan 2025. ‘’Optimisme ini didorong tetap kuatnya dukungan permintaan domestik di tengah kondisi makroekonomi global yang masih belum menentu,” ujar Bambang.
Bambang menjelaskan, akselerasi permintaan domestik pada 2026 ditopang sejumlah faktor strategis. Di antaranya kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) 2026 yang diperkirakan tetap tinggi serta potensi peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) seiring keberlanjutan program swasembada pangan nasional.
“Kami juga menilai kebijakan monetary loosening serta kebijakan fiskal pemerintah pusat yang lebih ekspansif akan memberikan dorongan signifikan terhadap aktivitas ekonomi daerah,” jelasnya.
Faktor lainnya, penguatan iklim dan proses bisnis investasi yang menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi pemerintah.
Terkait struktur ekonomi, Bambang menjelaskan, PDRB Sumatera Selatan pada 2026 diperkirakan tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan 2025.
Empat sektor utama masih akan menjadi penopang ekonomi daerah, yakni Pertambangan dan Penggalian; Industri Pengolahan; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; serta Perdagangan Besar dan Eceran termasuk Reparasi Mobil dan Sepeda Motor.
Dari keempat sektor tersebut, tiga sektor diperkirakan mengalami akselerasi pertumbuhan.
Di sektor Industri Pengolahan, penguatan dipicu oleh prospek ekspor yang membaik, khususnya untuk komoditas unggulan Sumsel seperti CPO, pulp, dan karet, seiring perbaikan harga global dan meningkatnya permintaan dari negara mitra dagang utama.
Sementara itu, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan diproyeksikan tumbuh lebih cepat didorong oleh penambahan lahan dan produksi melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan (OPLA), peningkatan produktivitas akibat perluasan irigasi, serta meningkatnya produksi tandan buah segar (TBS) hasil program replanting sawit periode 2023–2025. Kondisi curah hujan yang normal juga dinilai akan menciptakan musim tanam yang lebih kondusif.
Untuk sektor Perdagangan Besar dan Eceran, pertumbuhan didukung penguatan konsumsi domestik, baik dari rumah tangga maupun belanja pemerintah, di tengah pelemahan kinerja eksternal. Perbaikan iklim usaha serta perpanjangan kebijakan PPh Final UMKM turut menjadi faktor pendorong sektor ini.
Lalu, sektor Pertambangan dan Penggalian pada 2026 masih menunjukkan prospek yang kuat, meski pertumbuhannya diprakirakan sedikit termoderasi dibandingkan 2025.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *