Kabarterkinionline.com
Dinilai Dipaksakan Dan Ancam Demokrasi Ekonomi Desa Akademisi UGM Kritik Kopdes Merah Putih. Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kembali mendapat kritik tajam, kali ini datang dari kalangan akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam diskusi publik bertajuk “Menggugat Koperasi Desa Merah Putih Sebagai Ancaman Demokrasi Ekonomi”, sejumlah akademisi menilai konsep KDMP justru kontras dengan semangat koperasi yang selama ini dibangun atas asas gotong royong dan kebutuhan masyarakat dari bawah.
Guru Besar Fakultas Hukum UGM, Zainal Arifin Mochtar, menyebut koperasi seharusnya lahir dari kebutuhan secara kolektif masyarakat, bukan dibentuk melalui instruksi politik dari atas.
Menurutnya, negara kini terlihat terlalu dominan dalam menentukan arah ekonomi desa, mulai dari desain koperasi, struktur, hingga arah bisnisnya.
Akademisi lain juga menyoroti bahwa pembangunan Kopdes Merah Putih berpotensi memangkas otonomi desa karena banyak agenda desa yang akhirnya dipaksa menyesuaikan program pemerintah pusat.
Kritik tersebut muncul di tengah banyaknya polemik Kopdes Merah Putih di lapangan, mulai dari bangunan yang berdempetan seperti minimarket, dugaan menutup akses jalan warga, hingga penggunaan dana desa dalam jumlah besar.








