kabarterkinionline.com
Dinkes Imbau Warga Pakai Masker & Kurangi Aktivitas Di Luar Udara Sumsel Masuk Kategori Tidak Sehat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan mengimbau masyarakat menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah menyusul kualitas udara yang mulai masuk kategori tidak sehat di tengah meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Epidemiolog Dinkes Sumsel, Murni, mengatakan bahwa berdasarkan pemantauan, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Sumsel pada Agustus 2026 telah masuk dalam kategori tidak sehat.
“Kita tahu pada bulan Agustus ini Indeks Standar Pencemar Udara sudah di atas 100. Pada rentang nilai tersebut dikatakan tidak sehat,” kata Murni, Rabu (12/8/2026).
Meski demikian, Murni mengatakan jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang direkap dari 17 kabupaten/kota di Sumsel hingga saat ini belum menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
“Jumlah kasus ISPA dari 17 kabupaten/kota yang kami rekap tidak terlalu menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya,” ujarnya.
Dinkes Sumsel tetap meningkatkan kewaspadaan karena terdapat sejumlah wilayah yang menjadi titik rawan karhutla, yakni Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), serta Palembang.
Palembang juga berpotensi terdampak asap karhutla dari wilayah kabupaten di sekitarnya.
Dinkes Sumsel saat ini terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) serta BPBD Sumsel untuk memadukan perkembangan kualitas udara dan titik api.
“Menghadapi kondisi udara yang tidak sehat, kami mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah dan perbanyak minum air putih,” katanya.
Dinkes juga mengimbau masyarakat meningkatkan daya tahan tubuh, memperbanyak minum air putih, serta membersihkan diri setelah beraktivitas di luar rumah sebelum masuk ke lingkungan tempat tinggal.






