Kabarterkinionline.com
Durasi Dipersingkat-Dihentikan Jika Timbulkan Macet, Uji Coba CFD Palembang
Pemerintah Kota Palembang masih akan melakukan uji coba car free day (CFD). Kali ini, uji coba dilakukan dengan opsi pemangkasan durasi dari pukul 05.30-09.00 menjadi 05.30-08.00 pada uji coba tahap kedua, Minggu mendatang.
Bukan itu saja, jika uji coba CFD kedua ini menimbulkan kemacetan, maka akan segera dihentikan. Kebijakan ini dipertimbangkan berdasarkan hasil evaluasi lonjakan kendaraan yang terjadi setelah pukul 08.00.
Lokasi penutupan jalan tetap di koridor Cinde hingga Flyover Jakabaring, termasuk Jembatan Ampera. Jika kemacetan kembali terjadi, CFD bahkan dapat dihentikan dan akses jalan dibuka kembali.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani menjelaskan, rekayasa lalu lintas tidak mengalami perubahan, baik dari jalur alternatif maupun titik penutupan jalan.
“Tetap seperti yang ada, lokasinya juga sama, dari Cinde sampai Flyover Jakabaring, Ampera juga tetap kita tutup. Tapi jamnya kita perpendek dari jam 9.00 jadi jam 8.00,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, opsi pemangkasan waktu ini didasarkan pada hasil pengamatan uji coba sebelumnya.
“Menurut pihak dishub, dari pihak petugas, lonjakan itu terjadi setelah jam 8.00. Makanya dibatasi sampai jam 8.00,” katanya.
Namun demikian, keputusan tersebut masih bersifat uji coba dan akan ditentukan berdasarkan kondisi di lapangan. Ia menegaskan, jika kemacetan terjadi sebelum pukul 08.00, maka pelaksanaan CFD akan langsung dihentikan.
“Nanti setelah pengamatan yang dilakukan oleh pihak Satlantas, Ditlantas, dan Dishub hari Minggu pagi nanti. Kalau sebelum jam 8.00 sudah terjadi kemacetan, Car Free Day uji coba kedua ini akan langsung dihentikan, distop,” katanya yang juga menjabat sebagai Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Palembang ini.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Pemkot Palembang akan melakukan penebalan personel di sejumlah titik krusial, khususnya di kawasan Jembatan Musi IV dan Musi VI. Langkah ini diharapkan mampu mengurai hambatan samping yang selama ini menjadi penyebab kemacetan.
“Jangan terfokus di penutupan Ampera saja. Di Musi IV dan Musi VI banyak hambatan samping, seperti pedagang yang buka tenda, putar balik sembarangan, sampai kendaraan lawan arah,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti aktivitas pedagang kaki lima di sepanjang koridor jalan yang dinilai memperparah kondisi lalu lintas saat CFD berlangsung.
“Dari foto dan video viral kemarin, terlihat banyak yang jual makanan di sepanjang koridor, itu jelas menambah kemacetan,” tambah Isnaini.
Terkait kelanjutan kebijakan, keputusan final akan ditentukan berdasarkan hasil pengamatan langsung oleh Satlantas, Ditlantas, dan Dinas Perhubungan pada pelaksanaan uji coba kedua. Bahkan, bukan tidak mungkin CFD dihentikan sepenuhnya apabila dinilai tidak efektif.
“Perlu ditekankan. Kalau nanti masih terjadi kemacetan, apalagi sebelum jam 8.00, maka Car Free Day akan kita stop dan jalan, termasuk Ampera, kita buka kembali. Ke depan bisa jadi tidak ada lagi Car Free Day, tergantung hasil evaluasi,” ungkapnya.
Isnaini mengatakan, untuk launching CFN ini dibuat berbeda dari kegiatan seremonial pada umumnya. Ia menegaskan, tidak akan ada fokus pada satu panggung utama, melainkan seluruh kawasan menjadi pusat aktivitas.
“Kita ini bukan buka panggung di satu tempat, tapi membuka suasana semuanya. Jalan Kolonel Atmo itu dari ujung ke ujung jadi lokasi kegiatan, dan para tamu akan berkeliling melihat langsung,” jelasnya.
Untuk pelaksanaan, aktivitas utama CaFN diperkirakan mulai ramai pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB. Menanggapi pertanyaan masyarakat terkait fasilitas sanitasi, Isnaini memastikan sejumlah titik toilet telah disiapkan.
“Untuk sementara kita sudah siapkan lavatory di depan Gemilang Toko Variasi. Kemudian kita juga bekerja sama dengan banyak sektor serta Puskesmas yang akan buka sampai malam dan bisa digunakan toiletnya,” ungkapnya.
Ia juga membuka peluang penambahan fasilitas ke depan melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
“Ke depan kita akan tambah toilet portabel. Silakan pihak ketiga yang ingin menyewakan, nanti kita tentukan titik-titik lokasinya,” katanya.








