kabaterkinionline.com
Jadi Terbaik I PKA Inovasi “Kawal Pak Wali” Antar Kabag Protokol Palembang. Sumatera Selatan secara resmi menutup penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I dan II Tahun
Dalam acara yang digelar di Aula Putri Kembang Dadar, dihadiri puluhan peserta.
Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Palembang, Parameswari SSTP Msi berhasil meraih peringkat pertama dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan 1 dan 2 Tahun 2026.
Inovasi digital Kawal Pak Wali (Koordinasi Agenda dan Penjadwalan Pimpinan melalui Kolaborasi dan Wadah Layanan Terintegrasi) yang digagas oleh Parameswari, berhasil membuatnya menjadi terbaik pertama dari 49 peserta.
Dengan inovasi ini, akan mempermudah tata kelola agenda kerja serta koordinasi kegiatan di lingkungan Pemkot Palembang.
Menurut Parameswari, aplikasi berbasis web ini dihadirkan untuk memodelkan sistem kerja terpadu dalam pengelolaan agenda pimpinan daerah. Mulai dari proses pengajuan, koordinasi, verifikasi, penjadwalan, hingga monitoring secara real-time.
Paramiswari menjelaskan, ide pembuatan aplikasi ini berangkat dari kendala sistem penjadwalan manual dan multi-channel yang selama ini diterapkan.
Menurutnya, pengajuan agenda dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sering kali dikirimkan lewat berbagai pintu—mulai dari pesan WhatsApp, pengiriman berkas langsung, hingga penyampaian secara lisan.
“Sering kali permintaan jadwal disampaikan secara lisan tanpa disertai rundown acara yang pasti. Akibatnya, saat hari pelaksanaan, susunan acara sering tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Lewat aplikasi ‘Kawal Pak Wali’, teman-teman OPD tidak perlu repot mengantar undangan fisik ke protokol atau Sekretariat Daerah. Cukup upload berkasnya melalui aplikasi dari laptop maupun ponsel,” ujar Paramiswari.
Aplikasi ini dilengkapi fitur notifikasi berbasis warna untuk mengingatkan pimpinan, baik Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekda, maupun jajaran asisten terkait agenda yang akan berlangsung:
Notifikasi otomatis muncul mulai dari 60 menit (indikator warna hijau), 30 menit (indikator warna oranye), hingga 10 menit sebelum acara dimulai.
Pimpinan atau perwakilan OPD yang sedang bertugas di lapangan dapat langsung memantau status pengajuan acara serta pendampingan agenda secara real-time tanpa harus membuka situs web utama,” jelasnya.
Paramiswari menambahkan, proses persiapan sistem ini memakan waktu selama dua bulan sejak masa off-campus pelatihan kepemimpinan BPSDM, hingga tahap ujian evaluasi pada 4 September.
Terobosan ini juga telah mendapat dukungan penuh dari unsur Forkopimda Kota Palembang, termasuk Kejaksaan Negeri, Polrestabes, dan Kodim.
“Kedepan, pengembangan aplikasi “Kawal Pak Wali ” dirancang secara bertahap.Saat ini telah menjangkau seluruh OPD dan 18 kecamatan se-Kota Palembang.
Direncanakan pada awal tahun 2027, akses aplikasi akan dibuka untuk masyarakat umum hingga tingkat RT/RW agar warga dapat mengajukan. undangan kegiatan wilayah secara langsung dan terintegrasi,” ungkapnya.
Melalui sistem ini, diharapkan tidak ada lagi terjadi tumpang tindih jadwal, keterlambatan penyampaian usulan kegiatan, maupun kesulitan memantau status pengajuan agenda.
Kepala BPSDM Provinsi Sumatera Selatan, Prof Dr H M Edward Juliartha menegaskan, PKA merupakan salah satu syarat wajib dan bentuk persiapan mendasar bagi ASN dalam meniti jenjang karier kepemimpinan yang lebih tinggi.
“Pendidikan PKA ini ditujukan untuk administrator. Tujuannya tentu agar para ASN, terutama yang menduduki jabatan struktural, betul-betul profesional.
Mereka harus punya visi misioner, integritas, serta kreativitas dan inovasi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di instansi masing-masing,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kelulusan PKA juga menjadi fondasi penting untuk jenjang karier selanjutnya.
Untuk dapat menduduki jabatan Eselon II, seorang pejabat idealnya memang harus sudah menyelesaikan dan lulus dari pendidikan PKA terlebih dahulu. Ini adalah bagian dari persiapan mereka menuju jenjang karier yang lebih baik,” tambahnya.
Penilaian peserta dilakukan secara objektif dan transparan berdasarkan lima indikator utama.
Hasilnya, terdapat 10 peserta yang meraih predikat Sangat Memuaskan, dan dari jumlah tersebut dipilih 5 Peserta Terbaik.
Penilaian ini menjadi bukti kualitas serta komitmen para peserta dalam mengikuti seluruh proses pelatihan.






