JAKOR Sumsel Pertanyakan Perkembang Kasus Dugaan KKN di Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya, Gelar Aksi di Kejati Sumsel

Kabarterkinionline.com

JAKOR Sumsel Pertanyakan Perkembang Kasus Dugaan KKN di Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya, Gelar Aksi di Kejati Sumsel. Dikawal pihak Kepolisian, massa yang diketuai oleh Fadrianto TH SH dan di dampingi oleh Idil Koordinator Lapangan dalam orasinya menyampaikan sehubungan dengan data temuan team investigasi serta informasi yang kami dapatkan terkait adanya dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di wilayah Hukum Sumatera Selatan.

Oleh karena itu, kami dewan pimpinan jaringan anti korupsi Sumatera Selatan (Jakor Sumsel) melakukan aksi unjuk rasa di kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan untuk mempertanyakan perkembang Kasus Dugaan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme ( KKN ) di Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya, Sumatera Selatan sbb ;

1.Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya yang diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp.1.186.304.927,00 terkait Kegiatan Oprasional lainya dan Non Oprasional Lainya di Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya, Sumatera Selatan, pertanggungjawabanya di Manipulasi dan diduga Fiktip.

Berdasarkan dengan data yang kami dapatkan bahwa Kegiatan Oprasional lainya dan Non
Oprasional Lainya di Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya pertanggungjawabanya di Manipulasi dan diduga Fiktip sebab ;

1) Nota Toko Scarlet Computer, Penyelia UAK menyatakan bahwa Toko Scarlet Computer berlokasi di Jalan Mawar Nomor 12, RT 09, RW 03, Maskarebet, Talang Kelapa, Kota Palembang.

Namun, berdasarkan hasil konfirmasi kepada Ketua RT di wilayah tersebut, diketahui bahwa di wilayah RT 09 tidak terdapat alamat yang sesuai dengan deskripsi Penyelia UAK tersebut, karena RT 09 terdapat di RW 04. Selain itu, Ketua RT setempat juga menyatakan Jalan Mawar Nomor 12 bukan merupakan tempat usaha Toko Scarlet Computer,

2) Terdapat perbedaan bentuk fisik nota, format, stempel, dan logo toko, serta perbedaan format penulisan huruf dan angka antara bukti pertanggungjawaban dengan yang asli dari toko atau tempat penyedia jasa. Atas hal tersebut, para pemilik toko dan penyedia jasa menyatakan bahwa atas nota yang berbeda tersebut tidak pernah dikeluarkan oleh toko serta berdasarkan dengan informasi yang kami dapatkan serta data terkait dugaan manipulasi laporan penggunaan dana Oprasional di Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya sebagai Berikut ;

1) Penyedia UAK mengakui telah memerintahkan para Asisten UAK untuk menulis ulang nota pembelian yang telah ada dengan menaikkan harga pembelian (mark up). Hal ini dilakukan secara bertahap selama beberapa hari dengan tujuan mengumpulkan dana non anggaran yang digunakan untuk mengakomodir kepentingan pihak eksternal kantor yang tidak dianggarkan. Penyelia UAK menyatakan dana tersebut seluruhnya dipergunakan untuk kepentingan pihak eksternal PT BPD Sumsel Babel. Tidak terdapat penggunan dana non anggaran untuk kepentingan internal kantor.

2) Pada awalnya, Penyedia UAK menyatakan kebutuhan dana non anggaran kurang lebih sekitar Rp50.000.000,00 s.d. Rp100.000.000,00 per tahun untuk pihak eksternal. Namun, Penyelia UAK tersebut mengubah keterangan di akhir wawancara menjadi kurang lebih Rp400.000.000,00 untuk dua tahun yang seluruhnya dipergunakan untuk pihak eksternal PT BPD Sumsel Babel;

3) Nota/kuitansi pembelian yang ditulis ulang pada nota/kuitansi kosong tersebut di antaranya berupa nota pembelian elektronik atau lampu, nota pembelian barang hadiah langsung, nota perbaikan barang elektronik, nota pemeliharaan kantor dan nota pembelian alat tulis kantor. Kemudian untuk nota/kuitansi/bukti pembelian asli atas pembelian barang atau jasa saat ini sudah tidak disimpan lagi dan tidak diketahui keberadaannya.

4) Seluruh uang yang diperoleh dari sisa belanja melalui nota yang tidak senyatanya tersebut benar dikumpulkan secara tunai dan dikelola sendiri oleh Penyelia UAK tanpa melibatkan pihak lainnya dan Pengumpulan dana non anggaran yang dilakukan melalui pembuatan nota tidak sesuai kondisi senyatanya tersebut baru dilakukan sejak Januari 2024 s.d. November 2025. Pengumpulan dana non anggaran sesuai kebutuhan berbagai pihak telah sepengetahuan Pemimpin dan Wakil Pemimpin Kantor Cabang Indralaya.

Dan,”kami juga menduga kegiatan tersebut diduga di Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN),”ujarnya.

Oleh karena itu kami meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan untuk ;

1.Tangkap Koruptor

1.Meminta Kejaksaan tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) untuk mengusut tuntas Dugaan KKN Tersebut di Bank Sumsel Cabang Indralaya, Sumatera Selatan.

Dan,”perlu kami sampaikan terkait dugaan KKN tersebut kami serahkah dengan Kejati Sumsel melalui PTSP Kejati Sumsel bukti dokumen berupa fhoto dan lain – lain beberapa hari yang lalu,’jelasnya

Sementara itu, massa aksi Jakor Sumsel di terima oleh Kajati Sumsel yang di Wakili oleh, Kasi Penkum Kejati Sumsel, Iwan Setiadi SH MH mengatakan kami ucapkan kepada Jakor Sumsel yang telah melakukan aksi damai menyuarakan suara rakyat berjalan dengan damai.

“Terkait dengan data – data dan informasi yang di sampaikan akan kami pelajari, dan nanti akan kami sampaikan dengan pimpinan, perkembangan laporanya, selanjutnya nanti akan kami sampaikan dengan rekan-rekan Jakor Sumsel,”pungkasnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *