Jembatan Ampera Disulap Jadi Panggung Kebaya dan Songket Palembang, Bukan Sekadar CFD

kabarterkinionline.com

Jembatan Ampera Disulap Jadi Panggung Kebaya dan Songket Palembang, Bukan Sekadar CFD. Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan  Jembatan Ampera, Minggu (19/7/2026) pagi, tampil berbeda dari biasanya. Bukan hanya dipenuhi warga yang berolahraga, ikon Kota Palembang itu berubah menjadi panggung budaya terbuka ketika ribuan perempuan mengenakan kebaya nasional dipadukan dengan songket Palembang dan beragam  wastra Husantara berjalan menyusuri kawasan tersebut.

Perpaduan warna-warni kebaya dengan kemegahan Songket Palembang membuat Jembatan Ampera menjadi pusat perhatian masyarakat. Banyak pengunjung mengabadikan momen tersebut melalui kamera ponsel, sementara warga yang tengah mengikuti CFD berhenti sejenak untuk menyaksikan parade budaya yang digelar dalam rangka memperingati  Hari Kebaya Nasional ke-3.

Kegiatan itu tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperlihatkan bagaimana ruang publik dapat menjadi panggung pelestarian budaya sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Ketua TP PKK Kota Palembang Dewi Sastrani Ratu Dewa mengatakan pelaksanaan parade yang dipadukan dengan CFD memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat yang menghabiskan akhir pekan di kawasan Jembatan Ampera.

“Ini merupakan rangkaian yang sangat bagus sekali. Selain sehat, para peserta CFD yang berjalan santai juga mendapatkan hiburan dari peserta parade kebaya yang tampil,” kata Dewi Sastrani.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa ruang publik tidak hanya dimanfaatkan untuk olahraga, tetapi juga dapat menjadi media memperkenalkan budaya kepada masyarakat luas.

Parade menghadirkan peserta dengan beragam model kebaya nasional yang dipadukan dengan kain wastra dari berbagai daerah. Namun, Songket Palembang menjadi salah satu yang paling banyak mencuri perhatian.

Kilauan benang emas pada songket berpadu dengan latar Jembatan Ampera menciptakan pemandangan yang menjadi buruan kamera para pengunjung maupun wisatawan.

Tidak sedikit masyarakat yang berhenti di sepanjang jalur parade untuk berfoto bersama peserta.

Parade budaya tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3. Selain Ketua TP PKK Kota Palembang Dewi Sastrani Ratu Dewa, kegiatan juga diikuti Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan Hj. Lidyawati Cik Ujang serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang Royani Aprizal Hasyim.

Ketiganya turut berjalan bersama ribuan peserta sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian kebaya sebagai warisan budaya Indonesia.

Dewi berharap seluruh peserta dan masyarakat tetap menjaga kebersihan serta ketertiban selama kegiatan berlangsung.

“Pada minggu ini ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara bersamaan seperti CFD, Parade Kebaya dalam rangka Hari Kebaya ke-3, dan kegiatan lainnya sehingga kawasan ini sangat ramai. Kami berharap semuanya tetap menjaga kebersihan dan ketertiban agar kegiatan berjalan lancar,” ujarnya.
UMKM Ikut Kebagian Rezeki

Ramainya pengunjung ternyata membawa dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar kawasan CFD.

Stan makanan, minuman, hingga produk kerajinan tampak dipadati pembeli sejak pagi. Salah seorang pedagang, Kodri (42), mengaku omzetnya meningkat dibanding hari biasa.

“Berjualan di sini sudah berjalan beberapa minggu. Alhamdulillah lancar, semua pedagang mendapatkan berkah dari kegiatan ini,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar karena mampu menarik lebih banyak pengunjung ke kawasan Jembatan Ampera. “Harapan saya semoga kegiatan seperti ini terus dikembangkan dan semakin ramai diikuti masyarakat Kota Palembang,” ujarnya.

Dewi Sastrani menilai sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang dalam menggelar kegiatan budaya di ruang publik memberi manfaat yang luas.

Menurutnya, selain memperkuat pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan.

“Sinergitas antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata untuk menggerakkan perekonomian UMKM, khususnya pelaku usaha kecil,” katanya.
Ia berharap Parade Kebaya dan Songket dapat terus menjadi agenda rutin yang mampu memperkenalkan budaya Palembang kepada masyarakat sekaligus mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *