kabarterkinionline.com
Lewat monitoring pasar Kota Palembang kendalikan inflasi . Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan mengendalikan inflasi lewat monitoring pasar tradisional guna menjaga daya beli masyarakat dan mencegah penimbunan barang kebutuhan pokok oleh oknum pedagang.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa di Palembang, Rabu mengatakan bahwa Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggencarkan monitoring pasar untuk menjaga harga kebutuhan pokok agar tetap stabil tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah.
Dia mengatakan, pengawasan dilakukan di pasar tradisional Kota Palembang meliputi Pasar KM 5, Lemabang, Soak Bato, 10 Ulu, dan Pasar 16 Ilir.
Menurutnya, TPID Kota Palembang menerapkan strategi 4K untuk mengendalikan inflasi, yakni menjaga ketersediaan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif.
Pada aspek ketersediaan, strategi dilakukan melalui kerja sama antardaerah, operasi pasar dan rencana penambahan cadangan pangan.
Sementara dari sisi kestabilan harga, pemerintah mendorong pelaksanaan pasar murah di tingkat kecamatan dan kelurahan guna menjaga daya beli masyarakat serta mencegah terjadinya panic buying.
Kelancaran distribusi dilakukan melalui rehabilitasi jalan, revitalisasi pasar dan pengaturan lalu lintas. Adapun komunikasi efektif diperkuat melalui penyampaian informasi kepada masyarakat melalui berbagai media serta koordinasi dengan daerah penghasil dan distributor maupun agen komoditas.
Sementara, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang merilis tingkat inflasi wilayah setempat pada September 2026 tercatat sebesar 2,40 persen secara tahunan atau year on year (yoy), turun dibandingkan periode satu bulan sebelumnya yang berada pada level 2,48 persen.
Sejumlah faktor turut mempengaruhi perkembangan harga seperti dampak lanjutan fenomena El Nino serta kondisi cuaca panas dan kemarau panjang berpengaruh terhadap ketersediaan sejumlah komoditas pangan, termasuk cabai.
Selain komoditas pangan, perubahan harga sejumlah BBM nonsubsidi juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.
Harga Pertamax Turbo mengalami kenaikan dari Rp18.700 menjadi Rp20.000 per liter, Dexlite naik dari Rp20.150 menjadi Rp24.200 per liter, sedangkan Pertamina Dex meningkat dari Rp21.650 menjadi Rp25.750 per liter.






