kabarterkinionline.com
Oktober 2026, Pemkot Palembang Operasikan Pengolahan Sampah Jadi Listrik . Pemerintah Kota Palembang menjadwalkan operasional program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) mulai Oktober 2026 sebagai upaya mendukung target nol sampah nasional. Kepastian ini disampaikan saat acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Sumatera Selatan di Kota Palembang pada Selasa (14/4/2026).
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengapresiasi terobosan tersebut karena dianggap sejalan dengan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto. Program ini dirancang untuk mengatasi penumpukan sampah sekaligus mengonversinya menjadi sumber energi terbarukan.
“Ini langkah maju, terobosan. Presiden menargetkan dalam waktu tiga tahun tidak ada lagi sampah menumpuk. Semua sudah jadi energi nanti atau kemudian didaur ulang,” ujar Bima Arya Sugiarto, Wamendagri
Pengolahan sampah tersebut merupakan bagian dari delapan klaster program prioritas nasional di sektor energi dan sumber daya. Bima menegaskan bahwa keberhasilan inovasi ini harus didukung oleh kesiapan infrastruktur dari hulu hingga ke hilir secara terintegrasi.
Selain fokus pada limbah, pemerintah pusat juga menyoroti capaian makroekonomi Provinsi Sumatera Selatan yang dinilai solid. Berdasarkan data per 1 April 2026, angka inflasi di wilayah tersebut tercatat sebesar 3,09 persen secara tahunan (year on year).
Tingkat pengangguran terbuka di Sumatera Selatan juga dilaporkan berada di bawah rata-rata nasional. Kondisi ini didukung oleh kapasitas fiskal daerah yang masuk kategori kuat karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) melampaui nilai transfer dari pusat.
Bima Arya menambahkan bahwa seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Sumatera Selatan perlu menerapkan konsep statecraft atau seni mengelola negara yang cerdas. Hal ini bertujuan agar momentum bonus demografi tahun 2045 dapat dimanfaatkan untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah.






