kabarterkinionline.com
OMC Dipindah Dari Pangkal Pinang, Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Palembang. Udara kawasan seberang ilir Palembang yang tertutup kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (4/10/2026). Berdasarkan pantauan aplikasi ISPUnet milik Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara di Kota Palembng pada Minggu (4/10) masuk dalam kategori berbahaya akibat dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan nilai indeks standar pencemaran udara mencapai angka 780.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan mengatakan, asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berdampak pada penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan. Hal ini menyebabkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mendatangkan hujan yang semula akan dilakukan dari Palembang dipindah ke Pangkal Pinang. “BNPB memindahkan sementara pusat kendali operasi penerbangan untuk OMC ke Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sejak 9 Oktober 2026,” kata Berton dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026).
Menurut Berton, jarak pandang di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang masih di atas 1.800 meter sehingga tergolong aman untuk melaksanakan OMC.
OMC telah digelar sebanyak satu sorti penyemaian di atas wilayah Kabupaten Musi Banyuasin dan Banyuasin.
“Sedangkan pada Sabtu (10/10/2026) BNPB kembali melakukan OMC sebanyak dua sorti. Kali ini, penyemaian ditargetkan di atas wilayah Banyuasin dan Ogan Komering Ilir pada sorti pertama,” imbuhnya.
Pada sorti kedua, penyemaian di atas wilayah Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu. Masing-masing sorti penerbangan mengangkut 1.000 kilogram bahan semai. OMC yang dipusatkan di Bandara Depati Amir ini akan dilakukan sampai dengan Selasa depan, 13 Oktober 2026. Dalam kesempatan berbeda, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto saat menerima kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Dalam pertemuan itu, Suharyanto mengatakan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan diperkirakan akan mulai turun paling cepat pada minggu ketiga bulan Oktober dan paling lambat pada minggu ketiga bulan November. “Selama sebulan ke depan, BNPB beserta seluruh jajaran terkait akan terus bekerja keras melakukan dukungan pemadaman termasuk Operasi Modifikasi Cuaca,” ujar Suharyanto. OMC pada awan potensial ini diharapkan dapat menurunkan hujan di wilayah Sumatera Selatan dan membantu memadamkan Karhutla.











