kabarterkinionline.com
Palembang Butuh Pemetaan Ulang Pendidikan, Ratu Dewa Soroti Ketimpangan Sekolah Dasar.Ketimpangan dalam sebaran dan jumlah satuan pendidikan dasar di Kota Palembang kembali menjadi sorotan. Di satu sisi, sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di kecamatan padat penduduk mengalami kelebihan pendaftar.
Namun di sisi lain, SDN 137 Palembang justru hanya menerima 10 siswa baru pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026. Kondisi ini menandakan adanya persoalan mendasar dalam pemerataan layanan pendidikan di kota ini.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengakui persoalan ini dan menyebut telah meminta Dinas Pendidikan melakukan pemetaan potensi jumlah anak usia sekolah secara menyeluruh, bekerja sama dengan kelurahan, kecamatan, Disdukcapil, Dinsos, dan Badan Pusat Statistik (BPS).
“Data ini akan menjadi dasar untuk menentukan kuota dan kebutuhan daya tampung tiap sekolah di Palembang. Jangan sampai ada sekolah yang kosong, sementara yang lain kelebihan murid,” ujar Dewa, Selasa (24/6/2025).
Kesenjangan ini terlihat mencolok di beberapa kecamatan. Dinas Pendidikan Kota Palembang mencatat, SDN di wilayah Gandus, Sematang Borang, Sukarami, dan Ilir Barat I mengalami kelebihan kapasitas.
Sementara itu, di kawasan Rumah Susun (Rusun) Jalan Kapten Cek Syeh, tempat SDN 137 berada, pendaftar justru sangat minim.
“Ini tentunya akan menjadi perhatian kami kedepan, mengingat pertumbuhan penduduk usia sekolah terus bertambah,” ujarnya.
Nantinya, meski di SDN 137 Palembang ini hanya terdapat 10 siswa, dia memastikan operasional sekolah akan tetap berjalan dengan normal. Bahkan, sekolah tersebut akan tetap mendapatkan alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Namun, untuk tenaga pengajarnya akan dilakukan penyesuaian dan akan direkolasi ke sekolah yang membutuhkan.
“Dinas pendidikan akan melakukan pemetaan guru, akibat kekurangan jam mengajar dikarenakan kekurangan siswa, dan akan merelokasi guru tersebut ke sekolah yang membutuhkan guru,” tandasnya.













