kabarterkinionline.com
PBB dan PKB Penyumbang Terbesar, Pemprov Sumsel Pacu Setoran Pajak. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumsel tengah menghadapi tantangan krusial menjelang akhir tahun. Dengan realisasi pendapatan pajak baru menyentuh 88,8% atau Rp3,40 triliun dari target Rp3,83 triliun per 19 November 2025, pemerintah provinsi masih harus mengejar sisa 11% dalam waktu yang semakin sempit.
Kepala Bapenda Sumsel, Achmad Rizwan, mengakui bahwa dua sektor utama—Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) dan Pajak Air Permukaan (PAP)—telah menjadi penyelamat kinerja pendapatan daerah tahun ini. Keduanya sudah melampaui target, masing-masing mencapai 105,56% dan 123,24%.
“Dua sektor ini memberi sinyal positif bahwa aktivitas industri dan energi di Sumsel masih bergairah. Kepatuhan wajib pajak juga cukup baik,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).
PBB-KB menyumbang Rp1,55 triliun dari target Rp1,47 triliun, sementara PAP berhasil mengumpulkan Rp32,70 miliar dari target Rp26,54 miliar. Tingginya aktivitas mobilitas, distribusi industri, hingga pengoperasian pembangkit energi diduga kuat menjadi pendorong capaian tersebut.
Rizwan menyebut, performa dua sektor itu memberi ruang optimisme bahwa penerimaan pajak masih dapat tumbuh di tengah kondisi ekonomi yang terus bergerak positif.
Namun di balik capaian positif tersebut, sejumlah instrumen penerimaan masih menjadi pekerjaan rumah serius. Pajak alat berat baru menyentuh 49,39% dan opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) hanya mengumpulkan 40,80% dari target.
“Beberapa sektor memang masih cukup rendah. Ini yang harus kami kebut tanpa mengorbankan kualitas pelayanan,” ujar Rizwan.
Sementara itu, penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai 84,95 persen, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) baru 69,95%, dan pajak rokok 80,18 persen.
Gubernur Sumsel Herman Deru sebelumnya menegaskan bahwa optimalisasi pendapatan pajak daerah menjadi kunci penting, terutama di tengah berkurangnya transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
“Pajak daerah adalah salah satu solusi yang jelas dalam memperkuat kemitraan antara provinsi dan kabupaten/kota,” tegas Deru.
Menjelang tutup tahun anggaran, Bapenda Sumsel mengandalkan strategi jemput bola dan digitalisasi pelayanan untuk mengejar sisa target. Rizwan memastikan bahwa seluruh upaya tetap mengedepankan transparansi dan kemudahan akses bagi wajib pajak.
“Kami optimistis target bisa dikejar sebelum tutup tahun,” tandasnya.












