Pembebasan Lahan Tol Palembang – Betung Buntu, Akses Menuju Jambi Terhambat

Kabarterkinionline.com

Pembebasan Lahan Tol Palembang – Betung Buntu, Akses Menuju Jambi Terhambat.  Pembebasan Lahan Tol Palembang – Betung Buntu, Akses Menuju Jambi Terhambat. Proyek Strategis Nasional (PSN) jalan tol Trans Sumatera (JTTS) untuk ruas Palembang–Betung hingga Juni 2026 ini dilaporkan masih adanya resistensi serius terkait pembebasan lahan di beberapa titik krusial.

Pemerintah Kabupaten Banyuasin kini tengah berpacu dengan waktu melakukan mediasi secara intensif demi mengurai benang kusut pengadaan tanah.

Titik hambatan paling kentara berada di kawasan Exit Tol Pangkalan Balai, tepatnya di Kelurahan Seterio dan Kelurahan Lubuk Lancang.

Berdasarkan data musyawarah berkala, terdapat 37 bidang tanah terdampak di kawasan tersebut—terdiri dari 33 bidang milik warga dan 4 bidang fasilitas umum.

Mirisnya, baru 4 bidang lahan yang pemiliknya menyatakan setuju.

Sementara itu, 22 bidang lainnya secara resmi melayangkan sanggahan setuju, dan 7 bidang sisanya masih memilih sikap abstain.

Bupati Banyuasin, Askolani, menegaskan pihak eksekutif daerah tidak akan tinggal diam dan terus mengawal proyek yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) ini.

Dampak dari belum tuntasnya pembebasan lahan ini langsung memukul target pengerjaan fisik di lapangan.

Pembangunan struktur oprit jembatan layang (jalan layang) di dua titik utama otomatis lumpuh dan belum bisa dieksekusi.

Titik darurat tersebut meliputi Oprit Jembatan Overpass Jalan Warga di STA 90+877 serta Oprit Jembatan Overpass di STA 95+600.

Khusus untuk lokasi STA 90+877, dokumen pengadaan tanahnya baru saja melewati masa sanggah 14 hari kerja yang bergulir dari 7 Mei hingga 5 Juni 2026.

Demi mencegah keterlambatan yang semakin larut, Pemkab Banyuasin memilih jalan persuasif dibandingkan konfrontatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *