kabarterkinionline.com
Pemerintah kota Palembang Perkuat Akuntabilitas Pengelolaan Dana Sekolah. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pembinaan Tata Kelola Keuangan Satuan Pendidikan yang Akuntabel di Kebon Gede Venue, Rabu (28/10/2025).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dewan Pendidikan Kota Palembang ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana sekolah. Pelaksanaan bimtek tersebut berpedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 8 Tahun 2005 tentang tata kelola keuangan pendidikan yang akuntabel dan efisien.
Dalam sambutannya, Ratu Dewa memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Dewan Pendidikan yang untuk pertama kalinya menyelenggarakan kegiatan pembinaan keuangan sekolah secara terstruktur dan menyeluruh. Ia menilai, kegiatan ini penting untuk memperkuat pemahaman para kepala sekolah dalam mengelola anggaran agar sesuai dengan ketentuan hukum dan prinsip akuntabilitas publik.
“Ini langkah positif. Saya harap para kepala sekolah memahami administrasi dan payung hukum pengelolaan anggaran agar tidak timbul masalah di kemudian hari,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ratu Dewa juga mengingatkan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan agar selalu menjaga integritas serta menjunjung tinggi nilai profesionalisme dalam menjalankan tugas. Ia menegaskan bahwa dunia pendidikan harus bebas dari praktik pungutan liar (pungli) dan pelanggaran etika lainnya.
“Hadapi siswa dengan kesabaran, jangan ada pungli, dan seragam sekolah jangan dimodifikasi sesuaikan dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto, menjelaskan, kegiatan bimtek ini berfokus pada penguatan sistem pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Menurutnya, dana BOS merupakan sumber pembiayaan penting bagi sekolah sehingga penggunaannya harus tepat sasaran dan terhindar dari penyimpangan.
“Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Inspektorat, Kejaksaan, BPK, dan Dewan Pendidikan. Tujuannya agar pengelolaan keuangan sekolah lebih sinkron dan tidak menimbulkan temuan di kemudian hari,” ujar Zulinto.
Ia menambahkan, kolaborasi antara instansi pengawas dan lembaga pendidikan diharapkan dapat menciptakan sistem keuangan yang lebih transparan, efisien, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan di Palembang. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 370 peserta yang terdiri dari kepala sekolah Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Palembang.












