kabarterkinionline.com
Pemkot Palembang Optimistis Ekonomi Masih Tumbuh, Rupiah 18 Ribu per Dolar AS. Nilai tukar rupiah pada 19 Oktober 2026 terhadap dolar AS sudah menyentuh angka Rp18.044. Nilai itu menjadi angka tertinggi sepanjang tahun ini. Meski tembus Rp18 ribuan, Pemerintah Kota Palembang masih optimistis ekonomi daerah tetap tumbuh.
“Aktivitas ekonomi di Palembang ini ditopang sejumlah sektor pertumbuhan ekonomi daerah. Mudah-mudahan dengan industri potensial, ekonomi tetap dalam tren positif,” ujar Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Palembang, Isnaini Madani.
1. Ekonomi Palembang disebut dalam kondisi baik
Dirinya menyampaikan, berkaca pada pertumbuhan ekonomi Kota Palembang pada triwulan pertama tahun 2026 dengan kondisi nilai tukar rupiah yang juga menyentuh Rp18 ribuan per dolar AS, ekonomi Palembang berada di angka 5,91 persen. Nilai tersebut, lanjut Isnaini, mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada periode yang sama sebesar 5,14 persen.
“Ini patut diapresiasi. Banyak stakeholder yang berperan sehingga pertumbuhan ekonomi Palembang masih dalam kondisi baik dan kenaikan cukup signifikan,” kata dia.
2. Petani karet disebut dapat keuntungan dari rupiah melemah
Sementara menurut Gubernur Sumsel Herman Deru, sebenarnya di saat rupiah menembus Rp18 ribu per dolar AS, masih ada sektor tertentu yang mendapatkan keuntungan. Apalagi, beberapa sektor yang berorientasi pada ekspor memperoleh keuntungan dari menguatnya dolar AS.
“Salah satunya, komoditas karet andalan Sumsel. Kondisi ini tidak semuanya berdampak buruk. Sebagian masyarakat merasakan dampak positifnya, seperti petani karet yang memperoleh harga jual lebih baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan, kenaikan nilai dolar membuat harga jual komoditas ekspor menjadi lebih kompetitif di pasar internasional. Dampaknya, pendapatan petani dan pelaku usaha yang bergerak di sektor ekspor bisa naik.
Kita ingin kondisi ekonomi tetap stabil sehingga daya beli masyarakat tidak turun dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga,” kata Deru.
3. Industri yang bergantung pada bahan baku impor terdampak saat dolar menguat
Berbeda dari pandangan pejabat daerah, Ketua APINDO Palembang, Gordon Butar Butar, menilai pelemahan rupiah memberi tekanan serius terhadap dunia usaha, terutama industri yang masih bergantung pada bahan baku impor.
“Setiap kenaikan dolar pasti berdampak pada penyesuaian harga barang dan biaya produksi,” ujarnya.
Dia meminta pemerintah pusat maupun daerah segera mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar pelaku usaha tak terbebani.
“Kami berharap pemerintah segera melakukan intervensi untuk mengatasi dampak pelemahan rupiah terhadap dunia usaha agar pelaku usaha tidak makin terbebani,” katanya.







