kabarterkinionline.com
Pemkot Palembang Target Perbaikan 3.067 Rumah Lewat Program Gebrak Rutilahu
Pemerintah Kota Palembang menargetkan perbaikan ribuan rumah tidak layak huni melalui program Gerakan Bersama Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Gebrak Rutilahu) tahun 2026. Perbaikan ini dengan sasaran 3.067 unit rumah rampung paling lambat 2027.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan bahwa program ini menjadi prioritas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang melibatkan sumber pendanaan dari berbagai pihak.
“Rumah tidak layak huni, saya kira Palembang juga mendapat beberapa unit bantuan. Untuk itu, target kita 3.067 rumah, baik pendanaan dari pemerintah pusat maupun melalui dana APBD dan juga dengan stakeholder terkait lainnya,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Ia optimistis seluruh target perbaikan dapat dirampungkan pada 2027, karena program ini menyangkut langsung kesejahteraan dan keselamatan warga.
“Insyaallah target kita di 2027, dengan 3.067 rumah sudah clear dan selesai semua. Target kita jelas, semua rumah yang masuk kategori tidak layak huni bisa segera diperbaiki dan masyarakat bisa tinggal dengan lebih aman dan nyaman,” sambungnya
Dewa menjelaskan, pembiayaan program tidak hanya bersumber dari APBD, tetapi juga didukung bantuan pemerintah pusat serta kontribusi berbagai pihak.
“Palembang juga mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, selain dari APBD dan stakeholder lainnya,” jelasnya.
Menurutnya, program Gebrak Rutilahu menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong dalam menghadirkan hunian layak bagi masyarakat kurang mampu di Palembang.
“Ini diharapkan jadi gerakan bersama, gotong royong secara masif, agar warga bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu warga penerima bantuan, Nurmalinda mengaku sangat bersyukur atas perbaikan rumah yang ia terima.
“Ya, kami pertama-tama bersyukur dan sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur kita, Bapak H. Herman Deru beserta Bapak Walikota kita, Bapak H. Ratu Dewa yang sudah membedah rumah kami ini. Kami sangat bersyukur dan tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata,” ungkapnya.
Nurmalinda mengungkapkan bahwa rumahnya akan diperbaiki dengan ukuran 4×6 meter sesuai keterangan petugas.
Kata dia, kondisi huniannya selama ini sangat memprihatinkan, berdiri di tepi aliran sungai dengan sejumlah bagian bangunan yang tidak tertutup rapat.
“Dulu kalau hujan atau pas air naik, sering ada ular sama biawak masuk ke rumah karena kondisi rumah kami ada bagian yang terbuka dan dekat sungai,” katanya.
Dengan adanya program Gebrak Rutilahu ini, ia berharap kehidupan keluarganya kini bisa berubah menjadi lebih layak dan aman. Menurut informasi yang ia terima dari petugas, proses pembangunan dijadwalkan selesai dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
“Semoga nanti setelah selesai dibangun, keluarga kami bisa tinggal lebih layak dan aman. Katanya pembangunan selesai dua sampai tiga bulan ke depan, kami tunggu dan berharap semuanya berjalan lancar,” ujarnya.












