kabarterkinionline.com
Pengunjung CFN Atmo Palembang Keluhkan Tarif Parkir Motor Tembus Rp 5.000.
Sejumlah pengunjung Car Free Night (CFN) Atmo di Kota Palembang mengeluhkan penarikan tarif parkir kendaraan roda dua yang mencapai Rp 3.000 hingga Rp 5.000.
Angka tersebut melebihi ketentuan resmi yang ditetapkan pemerintah kota. Keluhan tersebut mencuat melalui unggahan video berdurasi 21 detik yang viral di akun media sosial @palenbang_belagak antara pengunjung dan juru parkir, di mana warga mempertanyakan tarif tersebut karena dinilai tidak sesuai dengan instruksi lisan wali kota terkait harga parkir normal.
“Berapa kak parkir? Rp 3.000?, bukannyo Rp 1.000 ye? Kata Ratu Dewa parkir motor cuma Rp1000,” ujar seorang pria dalam potongan video tersebut, Minggu (26/4/2026). Menanggapi pernyataan warga, juru parkir dalam video tersebut justru membantah adanya tarif murah dan tetap bersikeras memungut biaya lebih tinggi kepada pengunjung. “Belum setengahnya itu kak, uy Ratu Dewa Rp1.000 dari mana kak, Rp 3.000 kak,” ujar tukang parkir dalam video tersebut.
Kondisi ini memicu reaksi keras dari netizen di kolom komentar, seperti akun @abahjihanjihanjiha yang meminta agar personel Satpol PP ditempatkan di titik parkir karena banyaknya harga yang tidak sesuai. “tolong pak ratu dewa pol PP nya dintempat ke jg di tempat parkir pak .banyak dak sesuai Harga parkir nya smlm AQ kesana,” tulis akun @abahjihanjihanjiha.
Selain itu, akun lainnya @haii_gais0 yang mengaku bahkan diminta membayar hingga Rp5.000 untuk parkir motor.
“kami kemarin 5rb mang motor tmpt yg diarahke dishub kmrin,” tambah akun @haii_gais0. Padahal sebelumnya, Wali Kota Palembang Ratu Dewa telah menegaskan jika pemerintah tidak melakukan penyesuaian harga parkir di area tersebut. Menurutnya, tarif resmi tetap mengacu pada peraturan yang berlaku yakni Rp 1.000 untuk sepeda motor dan Rp 2.000 untuk mobil, serta meminta warga untuk segera melaporkan jika menemukan ketidaksesuaian harga di lapangan.
“Kita punya pos terpadu di sini agar bisa ditindak lanjuti hal-hal yang akan mengakibatkan ketidaknyamanan buat warga Palembang. Kalau ada hal yang janggal silakan sampaikan kepada pos terpadu. Saya kira begitu, terima kasih,” ucap Dewa.







