Perputaran Uang Rp 1 Triliun per Hari, MBG Ciptakan

Kabarterkinionline.com

Perputaran Uang Rp 1 Triliun per Hari, MBG Ciptakan. Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan bahwa perputaran dana dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai Rp 1 triliun per hari di tingkat daerah. Aliran dana ini berdampak langsung pada penyerapan lebih dari satu juta tenaga kerja, khususnya dari kelompok masyarakat miskin ekstrem yang bertugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Rata-rata uang pemerintah yang mengalir ke daerah mencapai sekitar Rp 1 triliun per hari,” ungkap Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya di Jakarta. Dia merinci bahwa dari total dana harian tersebut, sekitar Rp 117 miliar dialokasikan untuk insentif 1,8 juta pekerja atau relawan. Sementara itu, lebih dari Rp 600 miliar diserap oleh pedagang komoditas pangan seperti beras, sayur, ikan, telur, daging, hingga buah-buahan.

“Dana tersebut menjadi bentuk pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan Program MBG,” ujar Sony

Sony menekankan pentingnya peran Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menyiapkan rantai pasok pangan yang mandiri. Ia memperingatkan agar kebutuhan bahan baku SPPG tidak mengambil porsi dari pasar tradisional guna menghindari persaingan harga dan stok dengan kebutuhan rumah tangga.

“Jangan sampai kebutuhan SPPG dipenuhi dari pasar tradisional, karena tempat itu puluhan tahun digunakan untuk memenuhi kebutuhan ibu-ibu rumah tangga. Jangan sampai buncis, kacang panjang, telur, itu di pasar tradisional rebutan antara emak-emak, ibu-ibu rumah tangga dengan kepala SPPG,” tegasnya.

Di sisi lain, BGN juga menyebut bahwa penyelenggaraan Program MBG ini juga memicu transformasi model usaha di berbagai daerah. BGN mencatat banyak gedung olahraga, hotel kecil, hingga ruko yang kini beralih fungsi menjadi SPPG sebagai bentuk respons terhadap peluang ekonomi baru ini.

“Ini artinya merupakan satu fenomena, adanya perubahan model usaha,” ucap Sony.

Terkait akuntabilitas, Sony menjamin penyaluran dana dilakukan secara transparan. Sebanyak 70% anggaran dialokasikan untuk bahan baku dan langsung dikirim ke Virtual Account (VA) SPPG tanpa melalui perantara kementerian atau Pemda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *