Ratu Dewa Ungkap Penyebab Si Balik Palembang Diselimuti Kabut Asap , Akumulasi Karhutla & Kabupaten

kabarterkinionline.com

Ratu Dewa Ungkap Penyebab Si Balik Palembang Diselimuti Kabut Asap , Akumulasi Karhutla & Kabupaten Kota Palembang kembali diselimuti kabut asap pekat dalam beberapa hari terakhir.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengonfirmasi bahwa kabut asap yang melanda wilayahnya sebagian besar merupakan dampak akumulasi dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kabupaten tetangga.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), titik panas (firespot) terpantau menyebar di sejumlah daerah di sekitar Palembang, mulai dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Banyuasin, PALI, hingga Muara Enim.

“Kota Palembang terdampak akumulasi sebaran asap akibat Karhutla yang terjadi di beberapa titik firespot yang ada di seputaran wilayah Kota Palembang,” kata Ratu Dewa, Jumat (19/9/2026).

Ratu Dewa menjelaskan, secara geografis posisi Palembang berada di dataran rendah dekat muara sungai dan laut.

Kondisi ini membuat aliran udara permukaan dari wilayah sekitarnya bergerak menuju wilayah kota.
“Wilayah Sumbagsel angin masih bergerak dari arah timur, tenggara, dan selatan menuju ke arah utara dan barat laut dengan kecepatan mulai 3–40 km/jam,” jelasnya.

Meski didominasi asap kiriman, Ratu Dewa mengakui titik api lokal di wilayah Palembang juga masih terus muncul.

Petugas melakukan memadamkan 10 hingga 14 kejadian kebakaran lahan dalam sehari di beberapa titik, seperti area Stadion Jakabaring, belakang Lapas Sematang Borang, hingga Talang Betutu.

“Terkadang petugas kita sampai subuh melakukan pemadaman di wilayah yang terbakar di Palembang, tapi berhasil dipadamkan saat itu juga,” kata dia.

Bahkan, tim pemadam Palembang turut diterjunkan membantu pemadaman di area perbatasan Banyuasin guna mencegah api mendekati pemukiman.

Ia menambahkan, fenomena ini bukan yang pertama kali dialami warga Palembang akibat letak geografis dan ancaman Karhutla tahunan di Sumatra Selatan.

“Tahun 2015, 2019, 2023 Palembang selalu terdampak asap akibat karhutla,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *