Kabarterkinionline.com
Rekayasa Lalu Lintas CFD Ampera-Sudirman, Pemkot Palembang Perkuat Sosialisasi . Pemerintah Kota Palembang memastikan pelaksanaan Car Free Day (CFD) di kawasan Jembatan Ampera hingga Jalan Sudirman akan mulai berjalan rutin tanpa tambahan masa uji coba.
Fokus utama pemerintah saat ini adalah memperkuat sosialisasi terkait rekayasa lalu lintas agar masyarakat memahami perubahan arus kendaraan selama kegiatan berlangsung.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani mengatakan, evaluasi pelaksanaan sebelumnya menunjukkan masih banyak warga yang mengira CFD hanya berlangsung hingga pukul 08.00 WIB, padahal kegiatan berakhir pukul 09.00 WIB.
Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan kepadatan kendaraan pada jam-jam akhir pelaksanaan CFD karena masyarakat belum mengetahui adanya penutupan jalan yang masih berlaku.
“Mulai minggu depan sosialisasi akan lebih dimasifkan supaya masyarakat memahami jadwal CFD sampai pukul 09.00 WIB,” ujar Isnaini, Rabu (13/5/2026).
Untuk mengurangi kemacetan, Pemkot Palembang menerapkan sistem pengaturan lalu lintas dengan pola “lampu hijau terus” di sejumlah titik strategis selama CFD berlangsung.
Kendaraan dari arah Seberang Ulu yang turun di kawasan Kantor Pos akan langsung diarahkan menuju Jalan Merdeka tanpa hambatan lampu lalu lintas.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan di jalur sempit seperti Jalan Fakih Jalaluddin.
Beberapa titik lampu lalu lintas yang akan diloloskan di antaranya berada di depan Kantor Pos, depan Kantor Wali Kota, depan Kodim Lama, hingga simpang menuju kawasan Daun.
Selain itu, arus kendaraan dari Seberang Ilir menuju Seberang Ulu juga dialihkan akibat penutupan Jalan Sudirman mulai dari kawasan Cinde hingga Air Mancur.
Pengendara diarahkan melintasi Jalan Kolonel Atmo, kemudian menuju Jalan TP Rustam Effendi atau kawasan Megaria sebelum keluar di Simpang IP untuk menuju Jembatan Ampera.
Pemkot Palembang juga mengimbau masyarakat, khususnya pengendara dari luar kota, agar memanfaatkan jalur alternatif seperti Jembatan Musi II untuk menghindari kepadatan di pusat kota selama CFD berlangsung.
Pemerintah berharap sosialisasi yang lebih luas dapat membantu masyarakat memahami pola rekayasa lalu lintas sehingga pelaksanaan CFD berjalan lancar tanpa menimbulkan kemacetan panjang di sejumlah ruas jalan utama Kota Palembang.












