kabarterkinionline.com
Target Buka di 107 Kelurahan, Pemkot Palembang Perluas Sekolah Lansia.
Pemerintah Kota Palembang meresmikan Sekolah Lansia (Lanjut Usia) ketiga di Kecamatan Ilir Timur I. Sebelumnya, sekolah ini sudah buka di wilayah Kecamatan Kalidoni dan Sako. Perluasan ini menjadi upaya agar lansia di wilayah ini lebih sehat, mandiri, aktif, produktif, dan tangguh.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palembang Dewi Sastrani mengatakan program ini sebagai wadah pemberdayaan yang komprehensif bagi para orang tua. Program ini dirancang khusus dengan metode pembelajaran yang menyesuaikan kondisi fisik lansia atau hanya mengadakan pertemuan dua kali sebulan.
“Sekolah Lansia ini bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan sarana untuk mewujudkan lansia yang smart melalui kurikulum tujuh dimensi tangguh yang telah kita siapkan,” ujar Dewi Sastrani, Rabu (13/5/2026)
Untuk tahap awal di Kelurahan 20 Ilir I, tercatat sebanyak 30 peserta telah bergabung dengan rentang usia 60-73 tahun. Tidak ada syarat rumit bagi warga yang ingin mendaftar. Terpenting adalah memiliki kemauan belajar kuat dan mampu secara fisik mengikuti kegiatan di sekolah.
Menurut Dewi bahwa semangat belajar harus terus dipupuk tanpa memandang batasan usia. Dia mengajak pihak keluarga untuk berperan aktif dalam mendukung keberhasilan program pendidikan khusus bagi para lansia ini.
“Belajar itu tidak memandang umur karena kita menganut prinsip belajar sepanjang hayat, sehingga para lansia di Palembang tetap memiliki pengetahuan baru yang relevan. Kami sangat mengharapkan dukungan dari warga Palembang dengan memberikan izin dan motivasi kepada orang tuanya agar mereka bersemangat sekolah dan tetap aktif di lingkungan sosial,” katanya.
Program yang akan berlangsung selama 10 kali pertemuan ini mencakup materi olahraga, pengetahuan kesehatan, hingga pelatihan keterampilan untuk menjaga produktivitas para peserta di hari tua. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kurikulum, para peserta nantinya akan mengikuti prosesi wisuda resmi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menempuh pendidikan.
Ke depan, Pemkot Palembang berencana menduplikasi sekolah ini ke seluruh wilayah kelurahan.
“Harapan besar kita adalah program ini bisa terus meningkat hingga nantinya setiap kelurahan dari total 107 kelurahan di Palembang memiliki minimal satu Sekolah Lansia,” jelasnya.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Palembang Zanariah menambahkan penerapan kurikulum ini bertujuan untuk menghapus stigma kegiatan lansia hanya terbatas pada senam atau pemeriksaan kesehatan rutin. Program ini dirancang komprehensif mencakup dimensi spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial kemasyarakatan, profesional vokasional, hingga dimensi lingkungan dalam 10 kali pertemuan.
“Kami menerapkan kurikulum yang sangat detail, mulai dari kesehatan fisik hingga aspek intelektual dan vokasional, agar para orang tua kita tidak hanya sehat secara raga tetapi juga tetap tajam secara pikiran,” ujarnya.
Kegiatan edukasi yang menyasar puluhan warga lansia ini didukung penuh oleh pendanaan dari pemerintah melalui APBN.








