Kabarterkinionline.com
Tekan Kecelakaan Perlintasan, KAI Palembang Perkuat Edukasi Keselamatan. Kereta Api Indonesia Divre III Palembang meningkatkan edukasi keselamatan secara masif. Langkah ini diambil untuk menekan lonjakan kecelakaan di perlintasan sebidang.
Sepanjang triwulan pertama 2026 tercatat enam kejadian kecelakaan di wilayah tersebut. Jumlah ini meningkat dibanding periode sama tahun lalu yang hanya tiga kejadian.
“Angka kecelakaan Januari hingga Maret 2026 meningkat dibanding tahun sebelumnya. Hal ini mendorong kami lebih masif melakukan edukasi kepada masyarakat,” kata Manajer Humas KAI Divre III Palembang Aida Suryanti, Selasa, 14 April 2026
Ia menegaskan edukasi menjadi kunci utama menekan risiko kecelakaan. Selama tiga bulan, KAI telah melakukan 12 sosialisasi ke sekolah dan pesantren.
Selain itu, 40 kegiatan edukasi langsung dilakukan kepada pengguna jalan. KAI juga memasang 104 banner keselamatan di titik rawan kecelakaan.
Tiga perlintasan tidak resmi ditutup atau disempitkan untuk meningkatkan keamanan. Sebagai operator, KAI bertanggung jawab menjaga keselamatan perjalanan kereta api.
Upaya dilakukan melalui pengelolaan PJL, perawatan rel, dan edukasi masyarakat. Namun kewenangan perlintasan berada pada penanggung jawab jalan sesuai klasifikasi.
Jalan nasional oleh menteri, provinsi oleh gubernur, daerah oleh bupati atau wali kota.
“KAI tidak memiliki kewenangan membangun palang pintu atau mengubah klasifikasi, hal tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018,” ujarnya.
KAI mengingatkan pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api. Aturan ini tertuang dalam UU Perkeretaapian dan UU Lalu Lintas.
Pengemudi wajib berhenti saat sinyal berbunyi atau palang mulai ditutup. Pengguna jalan juga harus memastikan kondisi aman sebelum melintas rel.
“Peran masyarakat sangat krusial dalam menjaga keselamatan di perlintasan. Kami mengimbau selalu berhenti, melihat kanan kiri, dan memastikan aman,” ucapnya.
KAI akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Kolaborasi juga dilakukan bersama komunitas untuk menekan angka kecelakaan.
“Dengan langkah berkelanjutan, kami optimistis keselamatan perjalanan akan meningkat. Tujuannya menciptakan perjalanan yang aman, tertib, dan andal bagi masyarakat,” katanya.






