Kabarterkinionline.com
Terduga Pengisap Lem, Pemkot Palembang Bina Anak Jalanan . Pemerintah Kota Palembang mengambil tindakan tegas untuk menyelamatkan dua anak jalanan yang diduga mengisap lem di kawasan Jembatan Ampera, Palembang, setelah rekaman video aksi tersebut menjadi viral di media sosial, Selasa (26/5/2026).
Video berdurasi 1 menit 14 detik yang direkam oleh seorang pembuat konten asal Lampung tersebut memperlihatkan seorang pria yang menegur aksi berbahaya kedua bocah itu, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Dalam rekaman tersebut, sang perekam mengkhawatirkan masa depan kedua anak bawah umur itu dan langsung meminta respons cepat dari pihak berwenang setempat.
“Buat Pemerintah Kota Palembang tolong ya, ada dua anak yang masih kecil suka ngisap lem, tolong diperhatikan,” kata pria dalam video yang beredar dilihat detikSumbagsel, Selasa (26/5/2026).
Pria itu kemudian membujuk kedua anak tersebut agar bersedia dibawa oleh petugas dinas sosial demi kebaikan mereka sendiri.
“Nanti kalau ada pemerintah kota Palembang menjemput kalian mau ya agar kalian diselamatkan, mudah mudah pemerintah langsung bergerak,” ucap pria itu.
Menanggapi kejadian tersebut, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyatakan prihatin atas fenomena sosial yang melibatkan anak-anak di bawah umur ini.
“Pemerintah Kota Palembang sangat prihatin terhadap fenomena anak-anak yang terlibat penyalahgunaan lem itu. Ini bukan sekadar kenakalan remaja, tetapi masalah sosial yang harus ditangani secara serius, bersama-sama, dan berkelanjutan,” katanya, Selasa (26/5/2026).
Ratu Dewa menjelaskan bahwa langkah penanganan akan difokuskan pada pembinaan secara humanis dengan menggerakkan dinas terkait hingga tingkat kelurahan.
“Anak-anak ini harus diselamatkan dan dibina, bukan hanya dihakimi atau dijadikan tontonan di media sosial. Karena itu, kami akan menginstruksikan dinas terkait, kecamatan, dan kelurahan untuk memperkuat pendataan, patroli humanis, pendampingan sosial, serta koordinasi dengan sekolah, RT/RW, tokoh masyarakat, dan orang tua,” ungkapnya.
Pihak pemerintah daerah juga akan memperbanyak ruang aktivitas positif seperti olahraga dan pelatihan keterampilan guna mencegah remaja terjerumus ke dalam hal negatif.
“Kami akan memperbanyak kegiatan positif bagi anak muda seperti olahraga, pelatihan keterampilan, kegiatan seni, dan pembinaan keagamaan. Ini penting supaya mereka punya ruang untuk berkembang dan tidak terjerumus ke hal-hal negatif,” jelasnya.
Selain program pembinaan, regulasi mengenai peredaran zat berbahaya yang rentan disalahgunakan oleh anak-anak juga akan diperketat oleh jajaran Pemkot Palembang.
“Kami juga akan memperketat pengawasan penjualan lem dan bahan berbahaya kepada anak-anak. Ini perlu kerja sama semua pihak, termasuk para pedagang,” tegasnya.
Wali Kota Palembang meminta masyarakat luas tidak sekadar menjadikan fenomena ini sebagai konsumsi media sosial, melainkan ikut mengawasi lingkungan sekitar.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya merekam dan menyebarkan video, tetapi ikut peduli, menegur dengan baik, serta membantu mengarahkan anak-anak tersebut ke lingkungan yang lebih sehat dan positif,” ujarnya.
Langkah penanganan komprehensif ini dinilai krusial demi menjaga kualitas masa depan para generasi muda di Kota Palembang.
“Palembang tidak boleh kehilangan generasinya. Ini tanggung jawab kita semua,” tutup Ratu Dewa.








