kabarterkinionline.com
Tim Reaksi Cepat tangani kabut asap dan kekeringan dibentuk Pemkot Palembang. Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk memperkuat langkah penanganan bencana kabut asap dan kekeringan akibat fenomena El Nino.
“Musim kemarau tahun ini sudah berdampak pada kabut asap dan kekeringan sehingga perlu diperkuat langkah penanganannya,” kata Wali Kota Palembang, Ratu Dewa saat memimpin rapat koordinasi lintas sektor di Palembang, Selasa.
Dalam rapat tersebut, Ratu Dewa menekankan pentingnya pembentukan TRC hingga tingkat kecamatan dan kelurahan agar penanganan bisa lebih cepat dan terkoordinasi.
TRC yang dibentuk dari BPBD Palembang, TNI, Polri dan instansi terkait lainnya jajaran pemerintah kota setempat tersebut bertugas menanggulangi karhutla sedini mungkin.
Dalam rapat tersebut, Ratu Dewa meminta setiap OPD memaparkan langkah percepatan penanganan karhutla yang terjadi di wilayah kota.
Berdasarkan data yang disampaikan, kata dia, luas lahan yang terbakar di Palembang mencapai 185 Ha yang tersebar di beberapa kecamatan di wilayah itu.
Dampak kabut asap ini mulai terasa pada sektor kesehatan di mana jumlah pasien penyakit Inspeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di 30 rumah sakit dan puskesmas mengalami peningkatan.
Sementara itu, lahan kekeringan tercatat sekitar 277 hektare yang tersebar di Kecamatan Gandus, Kertapati, dan Sematang Borang dan wilayah lainnya.
“Untuk masalah kekeringan kami sudah mendistribusikan air bersih di wilayah terdampak sebanyak 64 tangki per hari. Pemkot juga menerima penawaran bantuan tangki dari Dandim dan Danlanud,” ungkapnya.
Dalam rapat tersebut, beberapa kebijakan lain juga disiapkan seperti penyesuaian kegiatan sekolah serta pembatasan Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) jika kondisi kabut asap semakin memburuk.
“Melalui rapat koordinasi ini diharapkan seluruh langkah penanganan karhutla dan bencana kekeringan dapat berjalan cepat dan terukur,” ujarnya.






