kabarterkinionline.com
Usai Dinilai Gagal Atasi Karhutla Gubernur Sumsel Didesak Mundur. Amuk warga Sumsel pecah di medsos. Gubernur Herman Deru dituntut mundur dalam sepekan jika kabut asap pekat karhutla tak kunjung padam.
Gelombang protes masyarakat menyorot Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel). Warga memberikan tenggat waktu satu minggu kepada Gubernur Herman Deru untuk mengatasi bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Jika dalam sepekan ke depan langit Palembang tak kunjung bersih, orang nomor satu di Sumsel tersebut didesak untuk segera meletakkan jabatannya. Dorongan Herman Deru untuk mundur menguat lantaran dia dinilai tidak amanah dan tidak kompeten.
Akun lainnya, @dwikisandy_ pun mengajak warga melakukan gerakan mengirim pesan langsung (DM) secara serentak kepada Herman Deru. Dia ingin masyarakat menyuarakan aspirasi agar pemerintah serius menyelesaikan karhutla.
“Berhubung BEM dan influencer yang ada di Sumsel BUNGKAM, mari kita bikin GERAKAN-DM serentak Gubernur Herman Deru. Pak, tolong atasi asap yang ada di Sumsel, kami capek menghirup asap, Pak,” tulis akun @dwikisandy_.
Warga menyebut kabut asap karhutla yang makin pekat akan menimbulkan gangguan kesehatan bagi warga, terutama anak-anak dan lansia. Mereka tidak bisa beraktivitas secara leluasa karena kualitas udara semakin menurun.
“Buat Bapak Herman Deru dan Ratu Dewa, cubo (saat) pas bangun dari springbed nyaman, AC dingin, air purifier nonsetop di rumah kamu pagi ini. Pikerke sejenak rakyat kami yang sebulan ini ngirup asap bukan cuko [saus pempek]. Besak duso [dosa] kamu pak, begawe dak Amanah [kinerja tidak amanh]. Lalai kamu, dak [tidak] kompeten artinyo kamu. Wong tuo [orang tua] yang masih ngais rezeki sambil nelan asap, belum lagi budak [anak] sekolah, kamu kiro paru-paru mereka terbuat dari besi? Kalau dak mampu mundur, jangan cuma biso cengengesan pas ditanyo,” tulis @walangsangit_kebon.






