Usut Tuntas Kasus Beras Oplosan Yang Diduga Merugikan Negara Terliunan Rupiah Gabungan Aktivis Akan Gelar Unjuk Rasa ke Mabes Polri

Kabarterkinionline.com

Usut Tuntas Kasus Beras Oplosan Yang Diduga Merugikan Negara Terliunan Rupiah Gabungan Aktivis Akan Gelar Unjuk Rasa ke Mabes Polri. Gabungan Aktivis Akan Gelar Unjuk Rasa ke Mabes Polri Usut Tuntas Kasus Beras Oplosan Yang Di Duga Merugikan Negara Terliunan Rupiah.

Aksi unjuk rasa sejumlah Aktivis ke mabes polri itu terkait penanganan pengusutan beras oplosan yang ditangani Mabes Polri yang sampai saat ini tidak ada kejelasan.

“Kami butuh kejelasan dan transfaransi sejauh mana penanganan kasus beras oplosan tersebut,” ujar Rahmat Sandi,Ketua SIRA kepada Wartawan di Palembang,Jum’at (22/5/2026).

Seperti ramai sejumlah pemberitaan pada Juli 2025 yang lalu,bersama Satgas Pangan Bareskrin Polri,Kementerian Pertanian resmi mengungkap tabir 212 merk beras premium dan Medium yang diduga melanggar regulasi mutu dan takaran.

Sekitar 10 perusahaan terbesar terindikasi melakukan praktik curang telah diperiksa Satgas Pangan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan,langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah memberantas kecurangan pangan yang merugikan konsumen.

” Ada 10 perusahaan terbesar yang sudah dipanggil oleh Bareskrim,Satgas Pangan,” tegas Amran di Kantor Kementan,Jakarta Selatan,Sabtu ( 12/7/2025 ).

Pemeriksaan tersebut,kata Amran,menyasar produk yang tidak sesuai standar mutu,seperti volume yang dikurangi,kualitas buruk,hingga label yang menyesatkan.

Sebelumnya,Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap sejumlah temuan baru soal praktik ‘ culas’ para produsen hingga pedagang yang telah memanipulasi harga hingga kemasan beras subsidi.

Amran mengatakan,mereka juga terbukti memanipulasi dan menjual beras tak mengikuti standar mutu ketentuan jenis beras yang ditetapkan oleh Pemerintah dengan total jumlah 212 merek.

” Ada yang volumenya dikurangi,ada yang kualitasnya dikurangi.Harusnya dia beras curah,tapi ditulis Premium,” ujarnya.

Praktik tersebut,kata Amran,terjadi selama ber tahun tahun dengan total kerugian Negara Rp.2 Triliun per Tahun.Dengan demikian,selama lima Tahun Negara dirugikan Rp.10 Triliun.Amran juga menyebutkan,potensi kerugian konsumen akibat praktik curang ini bisa mencapai Rp.99 Triliun.

Sebagai tindak lanjut temuan Kementan itu,Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus ( Dittpideksus ) Bareskrim gerak cepat,terjun langsung untuk menemukan sejumlah produsen atas dugaan pelanggaran mutu dan takaran.Dari penelusuran tersebut terdapat empat produsen beras yang diduga melakukan praktik culas.

” Betul,masih dalam proses Pemeriksaan,” kata Dirtipideksus Bareskrim Polri,Brigjend Helfi Assegaf kepada Wartawan di Jakarta,Sabtu ( 12/7/2025 ).

Ia juga membenarkan bahwa pemeriksaan ini dilandasi atau turut didasari informasi dari Menteri Pertanian Amran.

Berikut 10 Merk Beras diduga Oplosan

Wilmar Group : Sovia,Fortune,Slip ( Aceh,Lampung,Sulsel,Jabodetabek,Yogyakarta )
PT.Food Station Tjipinang:Alfamidi Setara Pulen,Sentra Ramos,Food Station ( Aceh,Sulsel,Kalsel,Jabar ).
PT.Belitang Panen Raya : Raja Platinum,Raja Ultima ( Jateng,Aceh,Jabar,Jabodetabek ).
PT Seafood Candi Indonesia: Lariset,Lezat ( Jabodetabek,Jateng,Jabar ).

PT.Buyung Poetra Sembada Tbk : Topi Koki ( Lampung,Jateng ).
PT.Bintang Terang Lestari Abadi : Elephas,Maximus,Slip Hummer(Sumut,Aceh ).
PT.Sentosa Utama Lestari ( Japfa Group ): Ayana ( Yogyakarta,Jabodetabek ).
PT.Subur Jaya Indotama: Dua koki,Subur Jaya ( Lampung ).
CV.Bumi Jaya Sejati: Raja Udang,Kakak adik ( Lampung ).
PT.Jaya Utama Santuhah: Pandan Wangi,BMW.

Dari sepuluh Perusahaan yang diperiksa tersebut dua diantaranya berdomisili di Sumatera Selatan,yaitu PT.Buyung Poetra Sembada dengan merk beras Topi Koki dan PT.Belitang Panen Raya dengan beras merk Raja Platinum dan Raja Ultima.

Sampai saat ini hasil pengusutan terhadap praktik culas beras oplosan tersebut tidak pernah diungkap ke Publik.

” Ini ada apa,” ujar Dian,Ketua Pemerhati Situasi Terkini.Terkait dengan itu,sejumlah Aktivis yang tergabung dalam Pemerhati Situasi Terkini,SIRA dan SCI akan melakukan Aksi unjuk rasa ke Mabes Polri mempertanyakan sejauhmana penanganan kasus tersebut.

Menurut Dian,ada indikasi beberapa perushaan lainnya yang berdomisili di Pegayut,Ogan Ilir diduga melakukan praktek culas tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *