kabarterkinionline.com
Wakil Ketua BEM UI soal Program MBG yang Viral, Kini Banjir Pujian 4 Poin Kritik Fatimah Azzahra. Nama Fattimah Azzahra, Wakil Ketua BEM UI 2026, menjadi sorotan publik setelah tampil dalam program diskusi yang membahas Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam forum tersebut, pernyataannya Viral di media sosial dan menuai banyak pujian dari warganet karena dinilai lugas, terstruktur, dan kritis terhadap kebijakan publik.
Diskusi tersebut mempertemukan sejumlah narasumber, termasuk perwakilan mahasiswa, akademisi, serta Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong. Perdebatan muncul ketika membahas urgensi dan efektivitas Program MBG dari berbagai perspektif.
Dalam kesempatan itu, Fatimah menyampaikan sejumlah catatan kritis terhadap program tersebut. Berikut 4 poin kritik yang ia sampaikan:
- Akses pendidikan dinilai lebih mendesak
Fatimah menilai bahwa terdapat persoalan yang lebih fundamental dibanding program makan bergizi gratis, yakni akses pendidikan di daerah yang masih terbatas.
Ia menyoroti kondisi anak-anak di wilayah tertentu yang harus berjuang keras untuk bisa sampai ke sekolah, sehingga menurutnya hal tersebut lebih mendesak untuk dibenahi.
2. Prioritas kebutuhan dasar harus dipenuhi terlebih dahulu
Menurut Fatimah, sebelum menjalankan program tambahan seperti MBG, pemerintah perlu memastikan pemenuhan standar kebutuhan dasar masyarakat terlebih dahulu.
Ia menilai masih banyak persoalan mendasar yang perlu diselesaikan sebelum intervensi kebijakan berskala besar dilakukan.
- Pertanyaan soal urgensi dan dasar program
Fatimah juga mempertanyakan urgensi alokasi anggaran besar untuk program MBG, termasuk dasar argumentasi yang digunakan, seperti isu stunting yang menurutnya masih perlu dikaji lebih dalam.
Ia menilai kebijakan publik harus memiliki dasar yang kuat dan jelas agar tepat sasaran.
4. Kejelasan target dan efektivitas program
Ia menyoroti perlunya kejelasan mengenai siapa penerima manfaat utama program MBG serta apakah tujuan program benar-benar tercapai sesuai sasaran.
Menurutnya, definisi manfaat harus dirumuskan secara lebih spesifik agar kebijakan tidak meleset dari tujuan awal.
Selain itu, dalam forum tersebut Fatimah juga menyampaikan pandangan bahwa program MBG perlu dievaluasi secara lebih serius, bahkan sempat menyinggung perlunya penghentian sementara untuk peninjauan ulang kebijakan.
Pernyataan Fatimah kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.
Banyak warganet menilai argumentasinya kuat dan mampu mewakili kritik publik terhadap kebijakan pemerintah, sehingga membuat namanya banjir pujian setelah penayangan diskusi tersebut.












