Wali Kota Palembang Kerahkan Camat dan Lurah Validasi Data 1,7 Juta Kendaraan, Kejar Target PAD

Kabarterkinionline.com

Wali Kota Palembang Kerahkan Camat dan Lurah Validasi Data 1,7 Juta Kendaraan, Kejar Target PAD. Pemerintah Kota Palembang tancap gas mengejar target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengerahkan camat dan lurah untuk terlibat langsung dalam validasi dan pendataan sekitar 1,7 juta kendaraan bermotor.

Langkah itu ditandai dengan pembukaan kegiatan distribusi blangko verifikasi dan validasi data kendaraan bermotor di Ruang Rapat Parameswara, Selasa (28/4/2026).

Ratu Dewa menegaskan, optimalisasi PAD tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kerja kolektif lintas perangkat daerah hingga tingkat wilayah.

“Ini bukan kerja sektoral. Semua harus bergerak, termasuk camat dan lurah sebagai ujung tombak di lapangan,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, dari total sekitar 1,7 juta kendaraan di Palembang, tingkat kepatuhan pembayaran pajak masih belum maksimal. Kondisi ini menjadi celah yang harus segera dibenahi.

“Kita butuh percepatan. Data harus valid supaya potensi pajak bisa tergarap maksimal,” ujarnya.

Ratu Dewa juga menekankan pentingnya peran aparatur wilayah tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga contoh bagi masyarakat dalam kepatuhan pajak.

“Jangan hanya mengimbau. Kita harus jadi teladan,” katanya.

Program validasi ini ditargetkan rampung hingga 31 Mei 2026, dengan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas pelaksanaan di lapangan.

Sementara itu, Kepala Bapenda Provinsi Sumatera Selatan, Achmad Rizwan, menilai akurasi data menjadi kunci utama dalam mendongkrak PAD.

“Potensi besar ada di data yang valid. Dengan ini, pendapatan daerah bisa meningkat signifikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan PAD melalui sektor pajak kendaraan akan berdampak langsung pada kemandirian fiskal daerah.

“Kalau data kuat, daerah tidak terlalu bergantung pada pusat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *