kabarterkinionline.com
Walikota Palembang Marah, PKL di Pasar 16 Ilir Diminta Beli Tenda Rp 1,7 Juta, Bakal Tindak Tegas. Walikota Palembang Ratu Dewa menegaskan, pihaknya akan menindak tegas jajaran pegawai dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, jika ada yang melakukan pungutan atau memaksa kepada pedagang untuk membeli yang tidak sesuai aturan.
Hal ini setelah adanya laporan dari pedagang kaki lima (PKL) di Pasar 16 Ilir, yang mengeluhkan pembelian tenda untuk berjualan dengan harga cukup fantastis sebesar Rp 1.7 juta, dengan tempo down payment (DP) hanya dua hari Rp 1 juta, dan jika tidak bisa bayar disuruh pergi atau akan diusir.
“Keluhan pedagang terkait itu, saya susah wanti- wanti jauh hari. Bahwa tidak ada pungutan itu yang sifatnya tidak resmi untuk dilaporkan, maka sudah ada review dari inspektorat,” kata Dewa.
Dewa sendiri tak memungkiri jika ada oknum-oknum di lingkungan Pemkot Palembang yang kadang ‘bermain’, dan sudah meminta ke Inspektorat untuk melakukan tindakan tegas.
Disisi lain, terkait rivalitasi pasar 16 Ilir saat ini belum diputuskan secara resmi pihaknya dan masih menunggu masukan dari stakeholder terkait.
“Soal pasar 16 Ilir, berkaitan rivalitasi dan saya harus putuskan benar-benar dan hati- hati betul, dan saya harus melibatkan semua termasuk dari stakeholder terkait,” katanya.
Selain itu, Dewa juga sudah meminta review dari Inspektorat yang kaitannya review PD Pasar, kaitan dengan program, kegiatan dan kinerja.
“Kedua review terkait pengggunaan anggaran termasuk didalamnya pengelolaan pasar 16 Ilir, dan ini sudah kelar semua satu minggu kemarin, ” ujarnya.
Ditambahkan Dewa, nantinya akan ia putuskan melalui rapat terbatas saya akan panggil wakil Walikota, Sekda, Inspektorat, bagian Aset, Hukum, Perdagangan, dan PD Pasar semua yang terkait.
“Disitu nanti akan diputuskan, ini bukan putusan pribadi saya tetapi keputusan kolektif bersama pihak terkait, baru saya putuskan setelah mendengarkan paparan dari Dirut PD Pasar. InsyaAllah nanti ada beberapa opsi setelah itu baru kami putuskan dalam minggu- minggu ini juga, ” katanya.
Hal kedua untuk penataan PKL yang ada, dirinya secara jujur masih belum begitu puas terhadap penertiban yang dilakukan, karena di kawasan pasar 16 Ilir masih sedikit semerawut, namun disisi lain nasib pedagang juga harus diperhatikan untuk rezekinya selama ini.
“Kepengen saya pertama buat payung dulu atau regulasinya, kalau di daerah depan Dika di pasar burung ada Perwalinya (Peraturan Walikota), pengaturan jam sekian boleh dan tidak, alhamdulillah sekarang sudah tertib karena dulu tertutup jalannya tidak berfungsi banyak PKL jual ordeng dan lainnya, kita minta dibuka sehingga akses jalannya bisa terbuka,” tuturnya
Iapun susah meminta kepada Kasat Pol PP untuk secara gencar melakukan penertiban, tetapi jangan sampai menganggu transportasi warga Palembang.
Termasuk di pasar 16 Ilir saya minta buka disana akses, tetapi kita tidak mengurangi dan juga mengusir mereka, sehingga tidak ada penghasilan tetap pendekatan humanis. Mereka tetap kita carikan solusi,” tandasnya.
Dilanjutkan Dewa, ia sudah minta kepala Bappeda selaku ketua forum CSR untuk membuat tenan yang rapi disekitaran pasar 16 Ilir, sehingga tertata sehingga space yang ada bisa dimanfaatkan para pedagang yang ada.
“Tetapi ruang untuk orang berkendara tetap terbuka, aman, tertib dan lancar. Ini baru satu cukup banyak pasar lain, setelah ini selesai saya akan beralih ke pasar 7-10 Ulu, Sako dan cukup banyak pasar lainnya, ” tandas Dewa.












