Kabarterkinionline.com
540 kasus DBD Pemkot Palembang tangani. Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, menangani 540 kasus demam berdarah dengue (DBD) sejak awal Januari 2026 hingga saat ini. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang Yudhi Setiawan di Palembang, Rabu, mengatakan dari total kasus yang ditangani, jumlah pasien DBD terbanyak ada di Kecamatan Seberang Ulu II dengan 66 kasus dan Seberang Ulu I 53 kasus sedangkan terendah ada di Kecamatan Ilir Barat II dengan 13 kasus.
Adapun sisanya, tersebar di berbagai wilayah kecamatan di Kota Palembang. Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan penuh karena potensi lonjakan kasus masih tinggi akibat musim pancaroba.
“Kami imbau masyarakat tidak menyepelekan situasi ini. Musim pancaroba yang sedang berlangsung dinilai menjadi momen krusial di mana penyebaran nyamuk Aedes aegypti dapat meningkat drastis,” katanya.
Menurutnya, strategi Dinkes Palembang dalam menangani DBD tersebut menggalakkan program 3M yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.
Kemudian, pihaknya juga menyiapkan layanan abate gratis di setiap puskesmas, bagi warga yang ingin mendapatkan layanan tersebut bisa mendapatkan langsung ke puskesmas.
Namun, ia menambahkan dalam penanganan kasus DBD yang paling utamanya adalah pencegahan program 3M tersebut.
Sehingga mulai dari tingkat warga, harus rutin bergotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan, agar jentik – jentik nyamuk tidak bisa berkembang biak.






