kabarterkinionline.com
Korban : Kami membantu Memenuhi Kebutuhan Rumah Tangga, Oknum PNS Sekretariat DPRD di Jambi Gelapkan Hasil Panen Petani. Kisah pilu yang dialami sejumlah petani di Kabupaten Kerinci yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan dan penggelapan hasil panen padi. Jerih lelah selama berbulan-bulan, mulai dari mengolah lahan, menanam, merawat tanaman hingga memanen di bawah terik matahari, berakhir dengan kerugian yang tidak sedikit.
Para petani mengaku harus berjibaku dengan lumpur dan cuaca demi memperoleh hasil panen yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Namun harapan tersebut sirna setelah hasil panen yang telah diserahkan kepada seorang pembeli hingga kini disebut belum memadai.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sosok yang dilaporkan para korban adalah Andaris Minandar, yang disebut merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Sungai Penuh.
Menurut pengakuan sejumlah korban, mereka tidak curiga karena mereka datang dengan penampilan yang meyakinkan serta berstatus sebagai aparatur sipil negara. Atas dasar kepercayaan itu, para petani menyerahkan hasil panen mereka.
Namun setelah hasil panen diterima, pembayaran yang dijanjikan tidak kembali direalisasikan. Berbagai upaya dilakukan para korban untuk menagih hak mereka, mulai dari menghubungi yang bersangkutan hingga mendatangi kediamannya. Meski begitu, hingga kini persoalan tersebut disebut belum juga menemukan penyelesaian.
Para korban mengaku mengalami kerugian materil yang cukup besar. Bahkan sebagian di antaranya kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga serta kekurangan modal untuk kembali menggarap sawah pada musim tanam berikutnya.
Ironisnya, menurut pengakuan sejumlah korban, bukan hanya petani yang mengaku dirugikan. Mereka juga menyebut ada pihak lain, termasuk kerabat yang bersangkutan, yang ikut mengaku menjadi korban dalam kasus serupa. Namun, klaim tersebut masih sebatas pengakuan para korban dan belum dapat dilakukan secara mandiri.
Saat dikonfirmasi pada Minggu (2/8/2026), Andaris Minandar mengakui adanya kesepakatan pembayaran dengan salah satu penjual yang disebutnya sebagai Mama Omil.






