kabarterkinionline.com
Palembang Hilang Ditelan Asap Karhutla. Kota Palembang, Sumatera Selatan lumpuh terselimut kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (kahutla) pada Kamis (15/10/2026) pagi.
Lonjakan konsentrasi partikulat atau PM2.5 yang menembus rekor tertinggi dalam dua bulan terakhir, yakni hingga 1.134,5 mikrogram per meter kubik membuat kualitas udara berada di kategori ”berbahaya”, memangkas jarak pandang hingga hanya 50-100 meter, dan meredupkan aktivitas warga.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), nilai PM2.5 di Palembang menembus angka 1.134,5 mikrogram per meter kubik pada Kamis pukul 02.00 WIB. Itu menjadi nilai PM2.5 tertinggi di Palembang dalam dua bulan terakhir atau sejak intensitas kejadian karhutla dan paparan asap karhutla mulai meningkat di Sumsel.
Setidaknya, nilai PM2.5 di Palembang berada di kisaran 900-1.000 mikrogram per meter kubik antara pukul 01.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Tingginya angka PM2.5 itu bukan hanya membuat kualitas udara berada pada kategori ”berbahaya”.
Dampaknya pun menyebabkan jarak pandang jatuh hingga hanya sekitar 100 meter sepanjang pukul 06.00-08.00 WIB. Itu menjadi jarak pandang terendah akibat paparan asap karhutla dalam dua bulan terakhir. Jarak pandang rata-rata masih di bawah 1.000 meter hingga pukul 13.30 WIB.






