kabarterkinionline.com
High Level Meeting (HLM) Kerja Sama Antardaerah (KAD) antara Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dan Pemerintah Kota Palembang di ruang rapat Kantor Bupati Belitung Timur, Desa Padang, Manggar, Jumat (6/11/2026). Pertemuan ini membahas penjajakan potensi perikanan, pertanian, serta strategi bersama menekan inflasi daerah.
Kantor Bupati Belitung Timur, Desa Padang, Kecamatan Manggar diisi gabungan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dalam agenda High Level Meeting (HLM), Jumat (6/11/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum bagi kedua daerah untuk merumuskan kerja sama antar daerah, khususnya dalam mengoptimalkan potensi sektor kelautan, perikanan, pertanian, serta upaya bersama menekan laju inflasi daerah.
Agenda diisi paparan dari Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Timur, Leo Ardiansyah, yang membeberkan potensi besar kekayaan perairan daerah berjuluk Regents of East Belitung ini.
Dalam pemaparannya, Leo mengungkapkan bahwa Beltim dikelilingi oleh perairan luas mencapai sekitar 15 ribu kilometer persegi dengan 141 pulau-pulau kecil yang tersebar di tujuh kecamatan.
Sektor perikanan tangkap Beltim mencatatkan angka produksi yang masif, yakni mencapai lebih dari 41 ribu ton per tahun dengan nilai ekonomi menembus kisaran Rp1,4 triliun yang digerakkan oleh ribuan nelayan lokal.
Komoditas unggulan hasil laut seperti cumi-cumi, ikan tenggiri, ekor kuning, hingga kepiting dan rajungan menjadi primadona yang selama ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga dikirim ke luar daerah.
“Produksi unggulan kami yang paling diminati salah satunya cumi-cumi dan ikan tenggiri yang sangat cocok untuk bahan baku olahan seperti pempek di Palembang,” ujar Leo.
Pemaparan kemudian dilanjutkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distangan) Belitung Timur, Heru Indramarta, yang memaparkan kondisi sektor pertanian dan peternakan di wilayahnya.
Heru menjelaskan bahwa karakteristik geografis Beltim yang memiliki sejarah pertambangan membuat sektor pertanian tanaman pangan, seperti padi, masih dalam tahap pengembangan dan baru mampu mencukupi sekitar 12 persen dari total kebutuhan beras lokal.
Sebesar 88 persen sisa kebutuhan beras masyarakat Beltim masih harus didatangkan dari luar daerah, termasuk dari Sumatera Selatan.
Begitu pula pada sektor peternakan, di mana pasokan daging sapi, kambing, hingga kebutuhan telur masih memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pasokan dari luar daerah, termasuk Sumatera Selatan dan Lampung menjelang hari besar keagamaan.
“Maka dari itu, ruang kolaborasi perdagangan antar-daerah maupun bisnis ke bisnis (B2B) sangat penting untuk dibuka, guna memastikan ketersediaan stok pangan sekaligus menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi di Belitung Timur,” jelas Heru.
Pertemuan kemudian ditutup oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Belitung Timur, Erna Kunondo. Erna menyampaikan apresiasi kepada rombongan Pemkot Palembang dan menegaskan bahwa pemerintah daerah harus hadir secara aktif melakukan intervensi pasar guna melindungi masyarakat dari lonjakan harga barang kebutuhan pokok.
“Terus terang kita di Belitung Timur ini untuk bahan keperluan sehari-hari, terutama menjelang Lebaran, harga melambung tinggi. Kami berharap dengan kerja sama dengan Palembang ini, kami bisa mendapatkan kemudahan untuk apa yang kita butuhkan,” ujar Erna.
Ia menambahkan, penandatanganan kesepakatan (MoU) secara resmi rencananya akan diagendakan langsung oleh Bupati Belitung Timur dan Wali Kota Palembang pada pertemuan lanjutan di Palembang mendatang yang difasilitasi oleh Bank Indonesia.
“Sebagai closing statement kami pada siang hari ini, kita sama-sama berkomitmen untuk mematuhi apa yang telah kita sepakati nanti dalam kerja sama kita. Kalau pemerintah tidak turun tangan, maka yang akan merasakan dampaknya itu pasti masyarakat sendiri,” ucapnya.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkot Palembang, Sulaiman Amin, menyambut baik rencana kerja sama ini yang dinilai sejalan terhadap regulasi Permendagri Nomor 22 Tahun 2020 tentang Kerja Sama Daerah.
Sulaiman menyebutkan bahwa hubungan historis dan kultural yang kuat antara Palembang dan Belitung Timur menjadi modal penting untuk merealisasikan kerja sama yang saling menguntungkan, termasuk suplai bahan baku pangan dan komoditas perikanan.
“Tadi beberapa item, salah satunya adalah bagaimana upaya untuk menurunkan inflasi daerah. Belitung Timur memerlukan suplai kebutuhan pokok, sementara Palembang sebagai ikon kota pempek sangat membutuhkan pasokan bahan dasar ikan dari sini,” ungkap Amin.
“Yang pasti akan ditindaklanjuti MoU ini melalui perjanjian kerja sama antar dinas sesuai dengan kebutuhan,” tutupnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)





