kabarterkinionline.com
Begini Cara Cek Keasliannnya Sesuai SNI Awas Beras Fortifikasi Palsu! . Belakangan ini ramai diperbincangkan soal beras fortifikasi palsu.
Beras fortifikasi adalah beras sosoh yang ditambah dengan kernel beras fortifikan untuk mendapatkan komposisi zat gizi tertentu.
Beras sosoh merupakan hasil utama yang diperoleh dari bulir padi (Oryza sativa) yang seluruh lapisan sekamnya terkelupas dan lapisan aleuronnya sebagian atau seluruhnya dipisahkan.
Sedangkan kernel beras fortifikan adalah kernel beras yang diperkaya atau satu atau lebih zat gizi untuk ditambahkan pada beras atau beras analog yang akan difortifikasi.
Untuk siapa beras fortifikasi?
Beras fortifikasi bertujuan untuk intervensi gizi yang digunakan dalam program penanganan dan pencegahan stunting serta kekurangan gizi mikro.
Beras ini diprioritaskan untuk balita, anak-anak, ibu hamil, serta ibu menyusui karena diperkaya zat gizi mikro seperti zat besi, zinc, asam folat, serta berbagai vitamin, seperti A, B1, B3, B6, dan B12.
Untuk mengenali keaslian beras fortifikasi sebenarnya cukup mudah. Terdapat label Standar Nasional Indonesia (SNI) 9372:2025 yang mengatur persyaratan mutu serta kandungan zat gizi yang harus terpenuhi.
Secara umum, beras fortifikasi yang asli harus memenuhi persyaratan mutu berikut:
✅️ Warna normal
✅️ normal
✅️ Bau normal
✅️ Kadar air maksimal 14%
Sementara itu, persyaratan gizi yang harus dipenuhi antara lain:
Per 100 g beras fortifikasi mengandung:
➡️ Vitamin B1 minimal (0,25 mg)
➡️ Asam folat (0,25-0,38 mg)
➡️ Vitamin B12 (1,0-1,5 mg)
➡️ Zat besi (3,50-5,25 mg)
➡️ Seng (3,0-4,5 mg)
➡️ Koefisien variasi (CV) maksimal 15%
Dengan memerhatikan label SNI, persyaratan mutu, dan persyaratan gizi, itu bisa menjadi acuan untuk mengenali beras fortifikasi yang asli.
Selain itu, wujud atau penampakan beras fortifikasi mudah dikenali karena ditambahkan kernel beras yang memiliki warna dan tekstur berbeda dengan beras lainnya






