Kabarterkinionline.com
Bentuk tim sosialisasi cegah karhutla 2026, Pemkot Palembang. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan, membentuk tim sosialisasi mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026, dengan tugas mengedukasi warga di setiap kecamatan dan berkoordinasi dengan TNI, Polri, hingga tokoh masyarakat.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa usai memimpin rapat antisipasi karhutla di Palembang, Selasa, mengatakan kondisi kemarau tahun ini, berdasarkan data dari BMKG, relatif lebih panjang sehingga berpotensi terjadi kebakaran lahan.
“Kami imbau masyarakat jangan sampai melakukan tindakan membakar lahan, karena hal tersebut bisa merujuk ke arah pidana,” kata Wali Kota Ratu Dewa.
Sementara sebelumnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palembang Ahmad Furqon mengatakan telah melakukan kajian bencana dan terdapat empat wilayah kecamatan yang berpotensi terjadi karhutla saat masuk musim kemarau yang diperkirakan mulai Mei 2026.
Adapun empat wilayah itu yakni Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kecamatan Kertapati, Kecamatan Semarang Borang, dan Kecamatan Plaju.
“Kecamatan itu merupakan wilayah yang berbatasan dengan kabupaten lain seperti Ogan Ilir dan Banyuasin yang masih banyak terdapat lahan hutan,” katanya.
Ia menjelaskan strategi patroli yang dilakukan tidak hanya sekadar pemantauan fisik, tetapi juga melibatkan edukasi kepada masyarakat sekitar.
Petugas di lapangan rutin memberikan imbauan agar warga tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di area yang berdekatan dengan pemukiman.
Selain itu, kata dia, perlengkapan sarana dan prasarana juga disiagakan dengan berkoordinasi dengan Damkar Palembang untuk menangani apabila terjadi karhutla.






