kabarterkinionline.com
Datangkan 546 Indukan dari Denmark Indonesia Bangun Pusat Pembibitan Babi Berstandar Internasional. PT Sulawesi Optima Wirakarya (PT SOW) menggandeng perusahaan genetika ternak asal Denmark, DanBred, untuk membangun pusat pembibitan babi berstandar internasional di Indonesia. Kerja sama tersebut ditandai dengan kedatangan 546 indukan babi unggul asal Denmark.
Ternak itu akan dikembangkan di Batu Likupang Integrated Farm (BLIF), Sulawesi Utara. Pengembangan tersebut ditujukan untuk memperkuat kualitas genetika ternak, mempercepat alih teknologi, serta mendukung pemulihan industri peternakan babi nasional setelah terdampak wabah African Swine Fever (ASF).
PT Sulawesi Optima Wirakarya (PT SOW) menggandeng perusahaan genetika ternak asal Denmark, DanBred, untuk membangun pusat pembibitan babi berstandar internasional di Indonesia. Kerja sama tersebut ditandai dengan kedatangan 546 indukan babi unggul asal Denmark.
Ternak itu akan dikembangkan di Batu Likupang Integrated Farm (BLIF), Sulawesi Utara. Pengembangan tersebut ditujukan untuk memperkuat kualitas genetika ternak, mempercepat alih teknologi, serta mendukung pemulihan industri peternakan babi nasional setelah terdampak wabah African Swine Fever (ASF). Baca juga: Industri Susu, Daging Babi, sampai Digital AS Sambut Baik Perjanjian Dagang dengan RI President Director PT Sulawesi Optima Wirakarya Andreas Surjaputra mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan hasil kerja sama jangka panjang antara PT SOW, DanBred, pemerintah Indonesia dan Denmark, Kedutaan Besar Kerajaan Denmark di Indonesia, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Menurut Andreas, pembangunan breeding farm tidak hanya bertujuan menghadirkan bibit unggul, tetapi juga menjadi fondasi modernisasi industri peternakan babi di Indonesia.
“Kehadiran genetika babi unggul dari Denmark bukan sekadar seremoni, tetapi wujud komitmen kami membangun sektor peternakan yang lebih modern, produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Andreas dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).
Andreas menjelaskan, BLIF diproyeksikan menjadi pusat pengembangan genetika, pembelajaran, dan transfer teknologi bagi industri peternakan nasional. Ia menilai peningkatan daya saing sektor peternakan memerlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, asosiasi, dan peternak. “Kami tidak hadir sebagai pesaing peternak, tetapi sebagai mitra yang menyediakan bibit unggul sekaligus mentransfer teknologi agar produktivitas dan kesejahteraan peternak terus meningkat,” katanya.
Melalui pengembangan BLIF, PT SOW mengintegrasikan sistem biosekuriti, kesejahteraan hewan, efisiensi produksi, dan praktik peternakan berstandar global. Model tersebut diharapkan meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing industri peternakan babi nasional.
Perwakilan DanBred Denmark Henrik Nielsen mengatakan, PT SOW dipilih sebagai mitra di Indonesia karena memiliki visi jangka panjang, kapasitas operasional yang kuat, serta komitmen membangun industri peternakan modern.
“Kami melihat PT SOW memiliki tim yang profesional dan visi yang sejalan dengan DanBred. Karena itu kami yakin menjalin kemitraan ini,” ujar Henrik.
Henrik mengatakan, kerja sama tersebut tidak berhenti pada penyediaan genetika unggul. DanBred juga akan memberikan pelatihan melalui DanBred Academy, pendampingan tenaga ahli di Indonesia, serta dukungan teknis agar standar pembibitan dan manajemen peternakan diterapkan secara optimal. “Genetika memang memberikan potensi, tetapi keberhasilan peternakan sangat ditentukan oleh manajemen, nutrisi, biosekuriti, dan operasional sehari-hari,” kata dia.
“Karena itu kami memastikan proses transfer pengetahuan berjalan melalui pelatihan dan pendampingan langsung,” lanjutnya. Sebelumnya, Indonesia untuk pertama kalinya mengimpor 546 indukan babi hidup asal Denmark sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan populasi ternak nasional yang terdampak wabah ASF.
“Proses impor dilakukan melalui kerja sama antarpemerintah Indonesia dan Denmark sebelum akhirnya direalisasikan perusahaan swasta asal Manado,” kata Sauland dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026). Setelah proses negosiasi antarpemerintah selesai, pemerintah menawarkan pelaksanaan impor kepada swasta. Perusahaan asal Manado tersebut kemudian menyatakan kesanggupan mengimpor 546 indukan babi hidup.











