kabarterkinionline.com
Diduga Kongkalikong Dengan Oknum Pejabat Terkait SWM Droup, Kantor Wilayah Bea Cukai Sumbgtim Diguncang Unjuk Rasa. Gelombang aksi unjuk rasa mendatangi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Sumatera Bagian Timur (Sumbagtim) pada Jumat (23/10/2026).
Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Sumsel Bersatu (GPSB) menggelar propaganda dengan menyebarkan spanduk serta menyampaikan orasi yang tajam. Aksi ini dilatarbelakangi oleh desakan kepada aparat berwenang untuk mengungkap dugaan skandal pengangkutan kontainer berisi barang ilegal, yang diduga kuat melibatkan jaringan SWM Group dan korporasi di bawah naungannya, termasuk PT Sukses Wahana Maritim (PT SWM).
Aksi tersebut menyoroti lemahnya fungsi pengawasan kepabeanan yang dinilai publik masih tebang pilih serta rentan terhadap praktik kongkalikong dengan oknum pejabat di kawasan pelabuhan. Ketegangan sempat mewarnai penyiaran ketika para peserta bergantian menyuarakan tuntutan agar otoritas terkait tidak menutup mata terhadap aktivitas komersial yang berpotensi merugikan keuangan negara.
Koordinator aksi menyatakan bahwa dugaan pelanggaran dokumen kepabeanan dan manifest angkutan barang oleh korporasi di bawah naungan SWM Group harus diperiksa secara menyeluruh tanpa intervensi pihak mana pun.
“Kami mendesak Bea Cukai Sumbagtim mengusut penyelesaian dugaan pengangkutan kontainer berisi barang ilegal yang diduga berkaitan dengan SWM Group, karena pengawasan kepabeanan harus dijalankan secara transparan, profesional, dan tanpa pengawasan bulu, termasuk menyelidiki kemungkinan keterlibatan oknum pejabat yang menyalahgunakan izin,” teriak perwakilan massa di lokasi unjuk rasa, Jumat (23/10/2026).
Sentimen kritis untuk demonstrasi tidak hanya terbatas pada persoalan penyelundupan komoditas, tetapi juga menyasar aspek keselamatan transportasi publik di Sumatera Selatan. Massa pertemuan gurita bisnis pelayaran tersebut dengan kejadian kecelakaan udara fatal di Sungai Musi, di mana sebuah armada kapal diduga menabrak tiang pelindung jembatan ringan (Light Rail Transit / LRT) Palembang.






