kabarterkinionline.com
DPRD Desak DLHP Sumsel Segera Turun Tangan Soroti Keluhan Bau Amonia Di Sekitar PT. Pusri. Persoalan bau amonia yang dikeluhkan warga di sekitar kawasan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang kembali menjadi perhatian publik.
Keluhan yang disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun kini berkembang menjadi desakan agar pemerintah melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan pencemaran lingkungan yang diduga berasal dari aktivitas perusahaan pupuk milik negara tersebut.
Warga yang tinggal di kawasan ring 1 hingga ring 3 pabrik mengaku kerap mencium bau amonia yang menyengat, terutama pada malam hari. Aroma tersebut disebut muncul berulang kali dengan durasi sekitar 10 hingga 20 menit, sehingga dinilai mengganggu kenyamanan dan menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak kesehatan.
Sejumlah warga menyebut kondisi itu bukan persoalan baru. Mereka mengaku telah bertahun-tahun menghirup bau menyengat tersebut tanpa melihat adanya perubahan yang signifikan.
Wakil Ketua DPRD Sumsel, Nopianto menyampaikan, keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran lingkungan yang diperkirakan berasal dari aktivitas operasional PT Pusri.
Menurutnya, permasalahan yang dirasakan warga di kawasan ring 1, ring 2, hingga ring 3 pabrik PT Pusri yaitu bau amoniak beberapa waktu lalu ini perlu menjadi perhatian serius karena berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Nopianto mengatakan, DPRD Sumsel menerima berbagai aspirasi masyarakat mengenai kondisi lingkungan di sekitar kawasan industri.
Oleh karena itu, setiap permasalahan harus dianalisis secara objektif dengan mengungkap fakta di lapangan.
“Saya termasuk yang cukup sering mengunjungi PT Pusri. Pabrik saat ini sudah menggunakan teknologi yang jauh lebih modern dan kapasitas produksinya juga meningkat. Namun, modernisasi itu harus benar-benar dibuktikan dengan berkurangnya dampak terhadap lingkungan yang dirasakan masyarakat,” ujarnya dalam kegiatan reses anggota DPRD Sumsel Dapil II kota Palembang di Kelurahan Sei Buah belum lama ini.
Sementara itu Dirut PT. Pusri yang dikomfirmasi hingga berita ini ditayangkan belum memberikan tanggapannya.












