kabarterkinionline.com
Ephorus HKBP Dapat Kabar Baik Dari Istana: Harapan Baru Menyongsong Tahun Baru 2026. Di penghujung tahun ini, izinkan saya mengajak kita semua berhenti sejenak dan meneduhkankan hati, berdoa secara khusus demi keselamatan dan kesejahteraan Ibu Pertiwi—alam ciptaan, seluruh makhluk, dan umat manusia—dalam memasuki serta menjalani tahun 2026 dan hari-hari selanjutnya.
Saya sungguh-sungguh mengirimkan kabar melalui sambungan telepon dari seorang tokoh yang kita hormati, bahwa Bapak Presiden pada tanggal 25 Desember lalu telah menyampaikan secara langsung kepada beliau rencana penutupan PT TPL pada Januari 2026. Bapak Presiden memandang langkah ini sebagai jalan terbaik bagi pemulihan alam dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara, khususnya wilayah Tapanuli.
Oleh karena itu, marilah kita terus mengiringi Bapak Presiden Prabowo dengan doa, agar beliau selalu diberi kesehatan, kebijaksanaan, dan keteguhan hati dalam berpikir serta mengupayakan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Apabila pada tahun 2026 PT TPL benar-benar ditutup, hal itu kiranya tidak dipahami sebagai perkara menang atau kalah antara pihak yang mendukung dan yang menolak tutup TPL. Ia adalah sebuah kemenangan bagi alam semesta, tempat kita semua hidup, bertumbuh, dan menjadi bagian yang tak terpisahkan darinya serta kemuliaan bagi Allah Pencipta dan pemilik alam semesta.
Kita yang pro dan kontra adalah saudara satu sama lain. Oleh karena itu, marilah kita terus belajar saling menghargai, saling menguatkan, dan saling menopang, demi kebaikan bersama dan masa depan yang lebih lestari bagi generasi yang akan datang.
Tugas kita masih berat pasca-penutupan, salah satu di antaranya: membantu pemerintah mereforestasi hulu sungai dan hutan lindung.
(Satu hal lagi, marilah kita tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari berbagai hoaks yang beredar, apalagi sampai menumbuhkan kebencian di dalam hati dan melontarkan hujatan. Kita dipanggil untuk mengambil sikap bijak, jernih, dan bertanggung jawab.
Sebagai contoh, dalam beberapa kesempatan saya telah berbicara langsung dengan Bapak Luhut Binsar Panjaitan. Dengan tegas dia menyampaikan bahwa dia tidak memiliki saham di PT TPL).







