Gadis Cantik Lulusan UGM ini Lebih Memilih Jadi Cleaning Service DI Australia. Karena Gajinya 1 Bulan Cukup Untuk Biaya Hidup 1 Tahun di Indonesia

kabarterkinionline.com

Gadis Cantik Lulusan UGM ini Lebih Memilih Jadi Cleaning Service DI Australia. Karena Gajinya 1 Bulan Cukup Untuk Biaya Hidup 1 Tahun di Indonesia

Kisah inspiratif datang dari Dea Rachma, perempuan lulusan D4 Bisnis Perjalanan Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan predikat cumlaude. Alih-alih mengejar pekerjaan yang sesuai dengan gelar akademiknya, Dea justru mengambil keputusan dengan merantau ke Australia dan berani bekerja sebagai petugas atau petugas kebersihan.

Keputusan tersebut sempat menuai beragam komentar. Sebagian besar orang menyanyangkan lulusan kampus ternama memilih pekerjaan yang sering dipandang sebelah mata. Namun, Dea tidak merasa malu dengan profesinya. Baginya, pekerjaan halal dan memberikan kesempatan untuk berkembang tetap layak dijalani, apa pun gelar pendidikan seseorang.

Perjalanan Dea menuju Australia tidak terjadi secara instan. Ia mulai mencari informasi mengenai peluang kerja di luar negeri, mengurus persyaratan Work and Holiday Visa (WHV), hingga akhirnya berangkat ke Australia pada Mei 2023. Sebelumnya, ia juga sempat bekerja di salah satu hotel bintang lima di Yogyakarta.

Hal yang paling menarik perhatian masyarakat adalah penghasilan yang bisa diperoleh pekerja kebersihan di Australia. Dalam pemberitaan tahun 2024, Dea pernah mengungkapkan bahwa dirinya memperoleh sekitar Rp24 juta setiap dua minggu saat bekerja di sebuah lokasi tambang di Australia Barat.

Sementara itu, data rata-rata gaji dari situs pencari kerja yang dikutip sejumlah media juga menunjukkan angka puluhan juta rupiah per bulan. Meski begitu, nominal penghasilan dapat berbeda-beda bergantung pada lokasi, jam kerja, jenis pekerjaan, dan kebijakan perusahaan.

Meski terlihat menggiurkan jika dibandingkan dengan standar upah di Indonesia, kehidupan di Australia juga memiliki tantangan tersendiri. Biaya sewa tempat tinggal, makanan, transportasi, hingga kebutuhan sehari-hari tergolong tinggi.

Kisah Dea menjadi pengingat bahwa pekerjaan bukan soal gengsi ataupun gelar pendidikan, melainkan tentang keberanian mengambil peluang dan setiap menghargai profesi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *