Kabarterkinionline.com
Insentif Dijanjikan, Realisasi Menghilang, 2 Bulan Tanpa Kepastian, RT dan RW Kertapati Mulai Bersuara. Di balik tugas administratif yang sering dianggap sepele, para pengurus RT dan RW justru menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat. Dari pendataan warga, pengurusan surat, mediasi persoalan sosial, hingga membantu menyukseskan program pemerintah — semua dijalankan, bahkan tanpa mengenal waktu.
Namun ketika hak mereka dipertanyakan, jawaban yang datang justru menggantung.
Salah satu Ketua RT yang enggan disebutkan namanya mengaku, informasi soal insentif memang sempat beredar luas. Harapan pun sempat tumbuh. Tapi hingga kini, realisasinya seperti hilang ditelan birokrasi.
“Kami dengar ada insentif. Tapi sekarang tidak jelas. Wajar kalau teman-teman mulai bertanya-tanya, ini benar ada atau cuma wacana,” ujarnya.
Menurutnya, RT dan RW bukan sekadar pelengkap struktur pemerintahan. Mereka adalah perpanjangan tangan pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat setiap hari.
“Kami bantu pemerintah di lapangan. Kalau memang ada program insentif, tolong sampaikan terbuka. Jangan simpang siur begini,” tegasnya.
Keluhan serupa datang dari sejumlah pengurus lingkungan lain di Kertapati. Minimnya informasi membuat persoalan ini berkembang dari sekadar pertanyaan menjadi keresahan kolektif. Mereka kini menunggu kejelasan: apakah insentif masih diproses, tertunda, atau justru belum pernah benar-benar dianggarkan?
Bagi mereka, insentif bukan semata soal nominal rupiah. Ini soal penghargaan, pengakuan, dan bentuk perhatian atas pengabdian yang selama ini diberikan tanpa kontrak, tanpa jam kerja pasti, dan sering kali tanpa dukungan memadai.
Kini, para pengurus lingkungan di Kertapati tak hanya menunggu pencairan dana.
Mereka menunggu satu hal yang lebih penting: kepastiana








