kabarterkinionline.com
Jadi agen entrepreneur KKP ubah penyuluh perikanan di Palembang . Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Palembang, Sumatera Selatan mengubah peran penyuluh perikanan di daerah setempat menjadi agen wirausahawan (entrepreneur).
“Peran penyuluh menjadi penggerak ekonomi diubah melalui perspektif administrasi publik dan pemberdayaan masyarakat,” kata Penata Kelola Kelautan dan Perikanan UPT Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Irsan di Palembang, Sabtu.
Dia menjelaskan, sektor perikanan memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, karena laut, sungai dan berbagai sumberdaya perairan lainnya tidak hanya menyediakan pangan, tetapi juga membuka ruang yang luas bagi tumbuhnya usaha masyarakat.
Potensi tersebut saat ini belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan pelaku utama perikanan.
Nelayan, pembudidaya ikan, pengolah hasil perikanan, hingga pelaku usaha pemasaran masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari keterbatasan modal, teknologi, akses pasar, kemampuan manajemen usaha, fluktuasi harga, hingga rendahnya nilai tambah produk.
Dalam kondisi itu, peran penyuluh perikanan perlu mengalami perubahan paradigma, karena mereka tidak cukup hanya menjadi penyampai teknologi, informasi, program pemerintah, atau pendamping administrasi kelompok.
Penyuluh perikanan perlu didorong menjadi agen entrepreneur, yakni sosok yang mampu menumbuhkan pola pikir kewirausahaan, mengidentifikasi peluang bisnis, membangun jejaring usaha, dan mendampingi masyarakat perikanan hingga mampu menciptakan nilai ekonomi dari potensi yang dimilikinya, katanya.
Menurut dia, selama ini penyuluhan perikanan sering dipahami sebagai proses transfer pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.
Penyuluh memberikan informasi mengenai teknik budi daya, penangkapan ikan yang baik, pengolahan hasil perikanan, kesehatan ikan, atau pengelolaan lingkungan.
Pendekatan tersebut tetap penting, namun, tantangan masyarakat perikanan saat ini jauh lebih kompleks.
Masyarakat tidak hanya membutuhkan jawaban atas pertanyaan bagaimana cara menghasilkan ikan, tetapi juga membutuhkan jawaban atas pertanyaan bagaimana ikan tersebut memberikan keuntungan yang lebih besar terutama untuk kesejahteraan hidup keluarga.
Posisi inilah peran penyuluh perikanan perlu hadir dengan perspektf kewirausahaan. Seorang penyuluh entrepreneur tidak berhenti ketika masyarakat berhasil meningkatkan produksi.
Penyuluh juga harus mendorong masyarakat untuk berpikir mengenai efisiensi biaya, kualitas produk, segmentasi pasar, membentuk identitas/merek (branding), pengemasan, diversifikasi produk, pemanfaatan teknologi digital, hingga membangun hubungan langsung dengan konsumen.
Dengan demikian, keberhasilan penyuluhan tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan atau jumlah kelompok yang dibina, tetapi dari seberapa banyak perubahan ekonomi yang terjadi di tengah masyarakat.
Membangun pola pikir wirausaha menjadi entrepreneur bukan semata-mata soal memiliki modal besar.
Entrepreneur adalah tentang kemampuan melihat peluang, berani mencoba, menghitung risiko, berinovasi, dan menciptakan nilai.
Oleh karena itu, penyuluh perikanan memiliki posisi strategis dalam membangun pola pikir tersebut misalnya, seorang pembudidaya ikan selama ini hanya menjual ikan konsumsi dalam kondisi segar.
Penyuluh dapat membantu melihat peluang lain yakni ikan dapat diolah menjadi abon, bakso, pempek, kerupuk, ikan asap, atau produk siap saji lainnya.
Produk tersebut kemudian dikemas dengan merek kelompok, dipasarkan melalui media sosial, marketplace, maupun jaringan toko lokal.
Begitu pula dengan nelayan, hasil tangkapan tidak harus seluruhnya dijual kepada tengkulak dalam bentuk ikan segar, sebagian dapat diolah menjadi produk bernilai tambah atau dipasarkan melalui jaringan konsumen yang lebih luas.
Perubahan sederhana dari menjual komoditas menjadi menjual produk bernilai tambah dapat memberikan dampak besar terhadap pendapatan masyarakat.
Dalam kondisi inilah penyuluh perikanan berfungsi sebagai pemantik ide dan pendamping proses bisnis.
Mengubah peran penyuluh menjadi agen entrepreneur bukan berarti penyuluh harus berubah menjadi pedagang atau mengambil alih usaha masyarakat.
Penyuluh tetap berada dalam fungsi pemberdayaan, ‘entrepreneurial mindset’ yang dimaksud adalah kemampuan penyuluh untuk berpikir berbasis peluang, nilai tambah, inovasi, efisiensi, pasar, dan keberlanjutan usaha.
Penyuluh harus mampu membimbing masyarakat agar masyarakat sendiri yang menjadi pelaku usaha.
Dengan demikian, keberhasilan penyuluh bukan ketika kelompok selalu membutuhkan penyuluh, tetapi ketika kelompok mampu mengambil keputusan usaha secara mandiri.
Penyuluh perikanan masa depan bukan hanya mengajarkan bagaimana menghasilkan ikan, tetapi juga bagaimana mengubah ikan menjadi nilai, nilai menjadi usaha, dan usaha menjadi kesejahteraan.
“Inilah saatnya mengubah penyuluh perikanan menjadi agen entrepreneur untuk membangun masyarakat perikanan yang produktif, inovatif, mandiri, dan berdaya saing,” jelas Irsan.







